Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten dari Pengguna
Sejarah Laut Merah, Jalur Perdagangan Kuno yang Menghubungkan Dunia
28 Februari 2025 0:56 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sejarah Laut Merah mencatat bagaimana perairan ini berperan sebagai jalur utama bagi pedagang dari berbagai peradaban, membawa barang dagangan, budaya, dan agama ke berbagai wilayah.
ADVERTISEMENT
Laut Merah telah menjadi jalur perdagangan penting sejak zaman kuno, menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa. Selain nilai ekonominya, Laut Merah juga memiliki makna geopolitik yang strategis hingga saat ini.
Sejarah Laut Merah dalam Perdagangan Kuno
Dalam catatan sejarah Laut Merah, perairan ini telah digunakan oleh berbagai bangsa sejak ribuan tahun lalu. Bangsa Mesir Kuno adalah salah satu yang pertama memanfaatkan jalur ini untuk berdagang dengan wilayah selatan seperti Nubia dan Punt.
Ia mengangkut emas, dupa, gading, dan rempah-rempah. Pada era Kekaisaran Romawi, Laut Merah menjadi jalur utama untuk perdagangan dengan India dan Tiongkok.
Berdasarkan jurnal yang diterbitkan jurnal.um-tapsel.ac.id, Laut Merah merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Mediterania dengan Samudra Hindia, sehingga penting bagi perdagangan internasional.
ADVERTISEMENT
Rempah-rempah, sutra, dan batu permata dari Asia dikirim melalui laut ini menuju pelabuhan di Mesir, lalu diteruskan ke Roma dan kota-kota besar di Eropa.
Para pedagang Arab juga mengambil peran penting, memperkenalkan berbagai komoditas dan membangun jaringan perdagangan yang kuat di sepanjang pesisir.
Selain sebagai jalur ekonomi, Laut Merah juga menunjukkan perannya dalam penyebaran budaya dan agama. Pedagang dan pelaut membawa bahasa, kebiasaan, serta kepercayaan mereka ke berbagai tempat yang mereka singgahi.
Pada abad ke-7, Islam mulai menyebar melalui jalur ini seiring dengan ekspansi bangsa Arab. Banyak wilayah pesisir di Afrika Timur, seperti Zanzibar dan Somalia, menerima pengaruh budaya Islam dan bahasa Arab.
Selain itu, komunitas Yahudi dan Kristen juga berkembang di sekitar Laut Merah, menciptakan wilayah yang kaya akan keberagaman budaya dan kepercayaan.
ADVERTISEMENT
Laut Merah di Era Modern
Di era kolonialisme, sejarah Laut Merah semakin menarik perhatian negara-negara Eropa. Portugis menjadi salah satu yang pertama mencoba menguasai jalur ini pada abad ke-16, diikuti oleh Inggris dan Prancis.
Laut Merah menjadi bagian penting dalam rute perdagangan global, terutama setelah Terusan Suez dibuka pada tahun 1869.
Dengan adanya Terusan Suez, kapal-kapal dapat menghemat waktu perjalanan antara Asia dan Eropa, menjadikan Laut Merah sebagai jalur utama perdagangan dunia.
Hingga saat ini, jalur ini tetap menjadi salah satu rute pengiriman barang paling penting, dengan ribuan kapal melintasi perairannya setiap tahun.
Sejarah Laut Merah membuktikan bahwa perairan ini bukan hanya sekadar jalur air, tetapi juga penghubung peradaban dunia sejak ribuan tahun lalu. Dari perdagangan kuno hingga era modern, Laut Merah terus memainkan peran vital dalam ekonomi dan politik global.
ADVERTISEMENT
Dengan letaknya yang strategis dan nilai sejarahnya yang kaya, Laut Merah akan selalu menjadi jalur penting yang menghubungkan berbagai negara dan budaya di dunia. (Dani)