Kisah Zubair bin Awwam, Sosok Pejuang yang Setia dan Berani

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah Zubair bin Awwam merupakan salah satu kisah inspiratif dari sahabat Nabi Muhammad yang dikenal sebagai sosok pemberani dan setia dalam membela Islam.
Sejak muda, Zubair bin Awwam telah menunjukkan keberanian luar biasa dalam mempertahankan keyakinannya, bahkan ketika menghadapi berbagai tekanan dari keluarganya sendiri.
Mengutip situs https://baznas.go.id/, Zubair termasuk dalam kelompok “Asharah Mubasyarah”, yaitu sepuluh sahabat yang dijanjikan surga oleh Nabi Muhammad saw.
Kisah Zubair bin Awwam
Sebagai salah satu sahabat terdekat Rasulullah, Zubair menunjukkan kesetiaan dan keberanian yang luar biasa dalam setiap perjuangan, menjadikannya teladan bagi umat Islam dalam mempertahankan kebenaran. Berikut adalah kisah Zubair bin Awwam.
Zubair bin Awwam adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad saw yang paling setia dan pemberani. Zubair juga dikenal sebagai salah satu dari enam anggota dewan syura yang ditunjuk Umar bin Khattab untuk menentukan khalifah setelahnya.
Zubair lahir di Mekah sekitar tahun 594 M dan berasal dari Bani Asad. Beliau adalah sepupu Rasulullahsaw karena ibunya, Shafiyyah binti Abdul Muthalib, adalah bibi Nabi. Sejak kecil, Zubair tumbuh sebagai anak yang kuat dan pemberani.
Zubair masuk Islam di usia muda, sekitar 15 tahun, dan termasuk dalam kelompok orang pertama yang memeluk Islam. Karena keislamannya, beliau mengalami penyiksaan berat dari keluarganya, tetapi tetap teguh dalam iman.
Zubair dikenal sebagai salah satu pendekar Islam yang gagah berani. Beliau selalu berada di garis depan dalam setiap pertempuran, termasuk:
Perang Badar: Zubair menjadi salah satu ksatria yang mengalahkan musuh-musuh Quraisy.
Perang Uhud: Beliau bertempur dengan gagah berani untuk melindungi Rasulullah saw.
Perang Khandaq: Beliau dipercaya Nabi untuk memata-matai pasukan musuh.
Penaklukan Mekah: Zubair ikut serta dalam pembebasan Mekah bersama Rasulullah saw.
Keberaniannya membuatnya dijuluki sebagai Hawari Rasulullah, yang berarti "pengikut setia Nabi".
Setelah wafatnya Rasulullah saw, Zubair tetap menjadi sosok yang teguh dalam Islam. Namun, di akhir hidupnya, beliau terlibat dalam Perang Jamal antara pasukan Aisyah dan Ali bin Abi Thalib.
Zubair akhirnya mengundurkan diri dari perang setelah menyadari bahwa beliau tidak ingin berperang melawan Ali. Sayangnya, dalam perjalanan pulang, Zubair dibunuh secara licik oleh seorang musuh bernama Amr bin Jurmuz.
Kisah Zubair bin Awwam mengajarkan tentang keberanian, keteguhan iman, dan loyalitas kepada agama. Perjuangannya dalam membela Islam menjadi inspirasi bagi setiap Muslim untuk tetap teguh dan selalu berada di jalan yang diridai oleh Allah Swt. (Fikah)
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi yang Sabar Menghadapi Cobaan dan Ujiannya
