Konten dari Pengguna

Kompleksitas Organisasi: Pengertian dan Cara Mengatasinya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

kompleksitas organisasi, Unsplash/Christina @ wocintechchat.com
zoom-in-whitePerbesar
kompleksitas organisasi, Unsplash/Christina @ wocintechchat.com

Kompleksitas organisasi menjadi faktor penting dalam membagi pekerjaan agar tidak sampai tumpang tindih dan muncul kesalahan peran. Manfaat lainnya adalah untuk memunculkan diferensiasi yang memudahkan untuk mengarahkan karyawan.

Dikutip dari buku Kepemimpinan dan Kinerja Organisasi, Eja Rinanda Irma, dkk, (2024:30), menurut Anderson (1999), kompleksitas organisasi memiliki dampak positif dan negatif terhadap efektivitas dan produktivitas organisasi secara keseluruhan.

Tanpa pengelolaan yang tepat, memang efeknya bisa sangat buruk karena dapat menghambat efisiensi, produktivitas, kualitas, dan kepuasaan pelanggan. Namun, jika dikelola dengan tepat, efeknya juga akan baik terutama dalam lingkungan dinamis dan tidak pasti.

Pengertian Kompleksitas Organisasi

Pengertian kompleksitas organisasi, Unsplash/CoWomen

Sebelum membahas lebih jauh, sebaiknya ketahui terlebih dahulu pengertiannya. Kompleksitas organisasi adalah tingkat kerumitan suatu organisasi.

Hal itu dapat dilihat dari jumlah sumber daya yang digunakan, struktur organisasi, dan hubungan antara berbagai entitas dalam organisasi.

Organisasi bisa disebut kompleks jika memiliki banyak orang, strategi, aturan, proses, dan unit dasar. Lebih lengkapnya, berikut ulasannya:

  • Memiliki struktur organisasi yang lebih besar

  • Proyek atau program perlu mendapatkan persetujuan dari beberapa komite tata kelola dan peninjauan independen

  • Memiliki jaringan orang, data, produk, layanan, dan teknologi yang besar dan saling terhubung

  • Memiliki jumlah sumber daya yang lebih tinggi di setiap divisi, proyek, atau tim

Setidaknya ada tiga dimensi yang dapat digunakan untuk mengukur kompleksitas organisasi, yaitu kompleksitas vertikal, horizontal, dan spasial.

Kompleksitas organisasi sendiri berkaitan erat dengan struktur, tingkat hierarki, dan pembagian kerja dalam suatu organisasi.

Cara Mengatasi Kompleksitas Organisasi

Cara mengatasi kompleksitas organisasi, Unsplash/LinkedIn Sales Solutions

Guna menghindari dampak negatif adanya kompleksitas organisasi, maka sebaiknya ketahui cara untuk mengetasinya. Bagaimana itu? Berikut pembahasannya:

  • Mengatur ulang proses tata kelola: Hal ini dilakukan agar prioritas dan informasi dapat mengalir secara efisien

  • Membatasi kewenangan tata kelola: Caranya adalah dengan membatasi jumlah, kewenangan, dan cakupan tata kelola komite sekunder proyek atau program

  • Membangun budaya proses yang disederhanakan: Menanamkan budaya proses yang disederhanakan, sehingga individu memiliki wewenang untuk mengurangi kerumitan.

Itulah pembahasan mengenai pengertian kompleksitas organisasi dan cara mengatasinya yang patut dipahami. (Nay)

Baca juga: Proses Diferensiasi dalam Sebuah Organisasi, Pengertian, dan Jenis-jenisnya