Konten dari Pengguna

Konsep Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Peristiwa Sejarah dan Ciri-cirinya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Konsep Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Peristiwa Sejarah, Foto: Pexels/Jimmy Chan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Konsep Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Peristiwa Sejarah, Foto: Pexels/Jimmy Chan

Cara berpikir sinkronis meluas dalam ruang, tetapi terbatas dalam waktu. Saat mempelajari tentang sejarah, penjelasan mengenai konsep berpikir sinkronik dalam mempelajari peristiwa sejarah dan ciri-cirinya juga penting untuk diketahui.

Mengutip dari Mengenal Sejarah Sinkronik: Cara Berpikir yang Menyeluruh dalam Ilmu Sejarah, September 24, 2023, dalam situs an-nur.ac.id,

Sejarah sinkronik bertujuan untuk mengungkapkan peristiwa masa lampau secara menyeluruh dalam dimensi ruang, namun terbatas dalam waktu.

Konsep Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Peristiwa Sejarah dan Ciri-cirinya

Ilustrasi Konsep Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Peristiwa Sejarah, Foto: Pexels/Photography Maghradze PH

Konsep berpikir sinkronik dalam mempelajari peristiwa-peristiwa sejarah akan membutuhkan ilmu-ilmu sosial. Misalnya dalam materi demokrasi liberal 1950-1959 mengkaji Indonesia dalam hal kondisi ekonominya.

Dikutip dari Mengenal Apa Itu Sinkronik, Universitas Medan Area, 15 Februari 2023, dalam situs bpmbkm.uma.ac.id, meskipun Indonesia telah merdeka, tetapi kondisi ekonomi pada saat demokrasi liberal belum dapat cukup stabil.

Dengan berpikir sinkronik dalam mengkaji suatu peristiwa tertentu secara mendalam. Yang mana dalam hal ini adalah mencoba menganalisis kondisi ekonomi pada masa demokrasi liberal.

Maka dapat memperoleh informasi bagaimana kondisi ekonomi masyarakat saat itu dalam memperjuangkan hidupnya setelah merdeka.

Peristiwa sejarah tidak lepas dalam konsep ruang dan waktu. Ruang merupakan tempat suatu peristiwa terjadi, sedangkan waktu adalah saat terjadinya peristiwa sejarah.

Untuk menerapkan konsep berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah, maka bisa menggunakan pendekatan 5W 1H.

Pendekatan ini pertama kali dirumuskan dan dipopulerkan oleh penulis dan novelis Inggris, Rudyard Kipling, dalam cerita pendeknya yang berjudul Elephant's Child.

5W 1H adalah sebuah metode yang dilakukan guna mendapatkan informasi secara lebih kaya dan mendalam. Caranya dengan memenuhi atau menanyakan setiap unsur dari 5W 1H tersebut kepada narasumber.

Mengutip dari Mengenal Apa Itu Sinkronik, Universitas Medan Area, 15 Februari 2023, dalam situs bpmbkm.uma.ac.id, beberapa ciri-ciri berpikir sinkronik dapat dikenali seperti berikut.

  1. Bersifat horizontal (Hanya pada intinya tidak secara kronologis).

  2. Kajian menitikberatkan pada pola-pola, gejala, dan karakter.

  3. Cenderung lebih sulit dan serius.

  4. Cakupan kajian yang lebih sempit.

  5. Mengkaji masa tertentu.

  6. Tidak terdapat konsep perbandingan.

Demikianlah penjelasan mengenai konsep berpikir sinkronik dalam mempelajari peristiwa sejarah dan ciri-cirinya. Dengan melibatkan cara berpikir ilmu sosial, maka kajian sejarah akan jadi sangat berguna bagi kehidupan di masa yang akan datang.

Baca juga: Alasan Konsep Sinkronik Sering Digunakan dalam Ilmu-ilmu Sosial