Konsep Kepemimpinan Masyarakat Prasejarah

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu hal yang membuat banyak orang penasaran dengan kehidupan masyarakat prasejarah selain cara mereka mendapatkan makanan adalah konsep kepemimpinan masyarakat prasejarah.
Seperti halnya masyarakat di masa kini, manusia prasejarah hidup secara berkelompok dan saling menjalin hubungan sosial antara satu dengan lainnya, meski dalam bentuk yang sedikit berbeda dengan saat ini.
Dikutip dari buku Kepemimpinan, Kekuasaan, dan Organisasi Masa Lampau Berdasarkan Sumber Tertulis, Djoko Dwiyanto, (2019:2), dimensi-dimensi kepemimpinan pada masyarakat prasejarah terdiri atas status dan peranan, kekuasaan, pengaruh dan otoritas, personalitas, fungsi, nilai-nilai sosio-kultural dan situasi.
Konsep Kepemimpinan Masyarakat Prasejarah
Banyaknya yang membahas seputar konsep kepemimpinan di masyarakat prasejarah, akhirnya muncul pertanyaan pada masa bercocok tanam masyarakat prasejarah telah mengenal konsep kepemimpinan yang dikenal dengan istilah?
Berdasarkan pertanyaan tersebut, jawabannya adalah primus inter pares. Istilah itu diambil dari bahasa Latin yang bermakna pertama di antara yang sederajat.
Konsep kepemimpinan primus inter pares dijalankan dengan cara memilih pemimpin berdasarkan kelebihan fisik atau keahlian.
Hal ini karena mempertimbangkan tugas mereka yang mencakup berbagai bidang, seperti memimpin penebangan hutan, ritual keagamaan, dan bercocok tanam.
Di Indonesia, primus interpares diterapkan hingga Masehi, ketika pengaruh Hindu mulai masuk. Setelah itu, konsepnya tergantikan dengan konsep kepemimpinan turun-temurun.
Pada zaman prasejarah, agar masyarakat benar-benar mendapatkan pemimpin yang mampu memimpin dengan baik, mereka juga menggunakan beberapa kriteria lain, yaitu:
Memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan roh-roh atau arwah nenek moyang
Memiliki keahlian-keahlian yang bermanfaat untuk perkembangan masyarakat
Sebagai tambahan informasi, zaman prasejarah adalah zaman di mana manusia belum mengenal atau menggunakan tulisan. Oleh para ahli juga sering disebut sebagai zaman nirleka.
Pada zaman itu, orang-orang melakukan berbagai kegiatan, seperti bercocok tanam, beternak, berburu, memroduksi alat pertanian dan keagamaan, berdagang, hidup di suatu tempat secara berkelompok.
Itulah jawaban dari pertanyaan pada masa bercocok tanam masyarakat prasejarah telah mengenal konsep kepemimpinan yang dikenal dengan istilah apa? yang ternyata memang menarik untuk diulik lebih dalam. (nay)
Baca juga: Pentingnya Mempelajari Masa Prasejarah untuk Kehidupan
