Kronologi tentang Perkembangan Kopi di Masyarakat Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia sebagai negeri dengan beragam budaya dan tradisi, juga memiliki sejarah panjang tentang perkembangan kopi di masyarakat.
Kronologi tentang perkembangan kopi di masyarakat Indonesia berawal sejak masa kolonial Belanda. Untuk lebih jelasnya, simak selengkapnya di sini.
Sekilas Tentang Tanaman Kopi
Mengutip buku Panduan Berkebun Kopi, tanaman kopi termasuk dalam genus Coffea dalam keluarga Rubiaceae. Famili ini mempunyai banyak marga yaitu Gardenia, Ixora, Cinchona, dan Rubia.
Genus Coffea mencakup hampir 70 spesies, namun hanya ada dua spesies yang ditanam secara luas di seluruh dunia, yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan kopi Robusta (Coffea canephora var. Robusta).
Sementara itu, sekitar 2% total produksi dunia berasal dari dua jenis kopi lain, yakni kopi liberika (Coffea liberica) dan kopi excelsa (Coffea excelsa) yang ditanam dalam skala terbatas, khususnya di Afrika Barat dan Asia.
Kronologi tentang Perkembangan Kopi di Masyarakat
Perkembangan kopi di masyarakat telah menjadi salah satu fenomena yang mencerminkan perubahan gaya hidup dan kebiasaan di seluruh dunia.
Berikut ini adalah kronologi tentang perkembangan kopi di masyarakat Indonesia.
1. Datang ke Indonesia pada Abad 17
Kopi pertama kali tiba di Indonesia diperkirakan pada abad ke-17. Biji kopi ini diperkenalkan di pulau Jawa dan segera saja menjadi salah satu yang hasil tanam yang sangat dihargai oleh penduduk lokal kala itu.
2. Dibawa oleh Pemerintah Kolonial Belanda
Di awal abad ke-18, pemerintah kolonial Belanda mulai tertarik pada potensi komersial kopi di Indonesia.
Mereka memperkenalkan tanaman kopi Arabika di berbagai wilayah, yang kemudian membuka jalan bagi perkebunan kopi yang lebih luas.
3. Arabika dari India
Tanaman kopi Arabika yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia berasal dari India. Kopi jenis Arabika ini dikenal memiliki rasa yang lembut dan aroma yang kaya.
4. Pertama Kali di Tanam di Kedawung dekat Batavia
Penanaman kopi Arabika pertama kali dilakukan di Kedawung, dekat Batavia (kini Jakarta), pada abad ke-18. Inilah yang kemudian menjadi titik awal perkembangan industri kopi di Indonesia.
5. Arabika diganti Robusta
Pada awal abad ke-20, tanaman kopi Arabika mulai digantikan oleh jenis kopi Robusta yang lebih tahan terhadap penyakit karat daun.
Hal ini memungkinkan pemerintah kolonial Belanda untuk meningkatkan produksi kopi secara signifikan.
6. Indonesia Menjadi Pengekspor Kopi
Indonesia tumbuh menjadi salah satu produsen kopi terbesar di dunia, terutama dengan varietas Robusta.
Pada tahun 2000, Indonesia bahkan menjadi salah satu negara pengekspor kopi terbesar di dunia bersama dengan Brazil, Kolombia, dan Vietnam.
7. Munculnya Kopi Instant di Indonesia
Pada tahun 1990-an, kopi instan mulai menjadi tren di Indonesia. Produk-produk kopi instan seperti sachet kopi 3-in-1 menjadi sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia yang sibuk.
8. Munculnya Berbagai Coffee Shop
Budaya kopi semakin berkembang di Indonesia dengan munculnya beragam coffee shop.
Salah satunya adalah Warung Tinggi Tek Sun Ho yang berdiri sejak tahun 1878 di Hayam Wuruk, Jakarta, dan merupakan salah satu pelopor kedai kopi di Indonesia.
Demikian pembahasan mengenai kronologi tentang perkembangan kopi di masyarakat Indonesia.
Kronologi perkembangan kopi di masyarakat Indonesia tersebut merupakan contoh nyata bagaimana hasil pertanian ini telah menjadi lebih dari sekadar minuman sehari-hari, melainkan juga bagian integral dari sejarah, budaya, dan ekonomi di tanah air. (AZS)
