Latar Belakang Berdirinya Daulah Syafawi dan Kemajuannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daulah Syafawi adalah kerajaan Islam yang terletak di wilayah Iran atau Persia. Adapun latar belakang berdirinya Daulah Syafawi bermula dari gerakan Safawiyah di Azerbaijan.
Menurut Abidin dalam Dinasti Safawiyah (Tahun 1501 M-1736 Masehi), Kerajaan Safawi bermula dari gerakan tarekat Safawiyah di Azerbaijan.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai latar belakang berdirinya Daulah Syafawi, simak selengkapnya dalam artikel berikut.
Latar Belakang Berdirinya Daulah Syafawi
Latar belakang berdirinya Daulah Syafawi berawal dari gerakan tarekat yang ada di Ardabil, Azerbaijan. Tarekat tersebut bernama Safawiyah yang didirikan oleh Safi Al-Din. Nama tersebut terus bertahan sampai akhirnya gerakan tersebut mengarah pada bidang politik.
Berdirinya Daulah Syafawi sendiri pada 1501 Masehi di Persia, tepatnya di Kota Tabriz. Pendirian Daulah Syafawi diproklamirkan oleh Syah Ismail sekaligus sebagai raja pertama. Beliau memimpin dari tahun 1501-1524 Masehi.
Masa Kemajuan Daulah Syafawi
Daulah Syafawi baru mencapai masa kejayaan pada masa kepemimpinan Syaikh Abbas pada 1587-1628 Masehi. Beliau adalah sultan kelima dalam Daulah Syafawi. Adapun beberapa bentuk kemajuan Daulah Syafawi adalah:
1. Bidang Politik
Di bidang politik, Daulah Syafawi mampu merebut beberapa kekuasaan Kerajaan Turki Utsmani pada masa pemerintahan Abbas I. Pada masa itu, Daulah Syafawi mampu menguasai wilayah Baghdad, Sirwan, Tabriz, Erivan, Ganja, Tiflis, Nakh Chivan, hingga kepulauan Hurmus.
Selain itu, pada masa Abbas I juga terdapat perbaikan administrasi negara, menghilangkan dominasi pasukan Qiziblash, melakukan perjanjian damai dengan Turki Utsmani, hingga berjanji agar tidak melakukan penghinaan terhadap khalifah dalam khutbah Jumat.
2. Bidang Keagamaan
Di masa kepemimpinan Abbas I, masyarakat tidak dituntut untuk mengikuti ajaran Syi'ah. Di sisi lain, masyarakat diberikan kelonggaran, sehingga lebih tertanam rasa toleransi antar umat beragama. Orang Sunni bebas melakukan ibadah, termasuk para pendeta Nasrani juga diperbolehkan untuk menyebarkan agamanya.
3. Bidang Ekonomi
Daulah Syafawi pada masa pemerintahan Abbas I mampu mencapai kepulauan Hurmuz dan pelabuhan Gumurun. Hal ini ternyata membuahkan hasil dalam bidang ekonomi.
Sebab, pelabuhan Gumurun yang kemudian diubah namanya menjadi Bandar Abbas ini adalah jalur perdagangan laut antara bangsa barat dan timur. Beberapa sektor yang mulai berkembang di masa ini adalah pertanian dan perdagangan.
4. Bidang Ilmu Pengetahuan
Daulah Syafawi juga mampu mencapai kemajuan di bidang ilmu pengetahuan. Pada masa itu, muncul beberapa ilmuan, seperti Mir Damad atau Muhammad Bagir Damad dan Baha Al-Din Al-Syaerazi.
Selain itu, berkembang pula seni arsitektur, seperti merenovasi Ishafan sebagai ibu kota kerajaan, membangun masjid, rumah sakit, masjid, kebun wisata, dan lainnya.
Demikian beberapa informasi mengenai latar belakang berdirinya Daulah Syafawi dan masa keemasannya. [ENF]
