Latar Belakang Pemberontakan DI atau TII dan RMS di Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Latar belakang pemberontakan DI atau TII dan RMS di Indonesia menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia.
Pada masa-masa awal pengakuan kedaulatan, Republik Indonesia harus menghadapi berbagai pemberontakan yang terjadi di dalam negeri sendiri yang dapat mengancam keutuhan negara.
Berbagai pemberontakan yang terjadi membuat masyarakat Indonesia resah. Untuk mengatasinya, pemerintah Indonesia melakukan beberapa cara, baik yang bersifat diplomatis maupun dengan operasi militer.
Latar Belakang Pemberontakan DI atau TII di Indonesia
Mengutip buku Top No 1 Ulangan Harian SMP/MTs Kelas 9, Tim Guru Indonesia, (2015:453), latar belakang pemberontakan DI atau TII di Indonesia adalah harus hijrahnya anggota TNI dari Jawa Barat ke Jawa Tengah sebagai salah satu dampak dari hasil Perundingan Renville.
Hasil Perundingan Renville memaksa TNI harus meninggalkan Jawa Barat tetapi tidak semua anggota TNI menaati hasil perundingan itu, yang salah satunya adalah Kartosuwiryo.
Kartosuwiryo, yang merupakan pemimpin pemberontakan ini, menolak hijrah dan memutuskan untuk mendirikan DI/TII.
Lewat konsep pemikirannya yang hendak mendirikan Negara Islam Indonesia atau NII, Kartosuwiryo berhasil memengaruhi sejumlah tokoh di berbagai daerah untuk bergabung.
Kartosuwiryo sendiri sebenarnya adalah eks tokoh yang sebenarnya ikut terlibat dalam perang kemerdekaan Indonesia sebelum perjanjian Renville.
Dari latar belakang pemberontakan Di atau TII dan RMS di Indonesia diketahui bahwa pemberontakan ini juga menjadi pemberontakan paling lama dalam sejarah NKRI dan skala nya juga luas sehingga dianggap mengancam keutuhan NKRI.
Pemberontakan DI atau TII terjadi di berbagai daerah di Indonesia, yakni di Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Kalimantan Selatan.
Sejak diproklamirkan pada 7 Agustus 1949, DI/TII adalah pemberontakan yang sulit untuk diatasi oleh TNI.
Latar Belakang Pemberontakan RMS di Indonesia
Mengutip buku Top No 1 Ulangan Harian SMP/MTs Kelas 9, Tim Guru Indonesia, (2015:450), latar belakang pemberontakan RMS di Indonesia adalah ketidakpuasan dengan proses kembalinya Republik Indonesia Serikat atau RIS menjadi NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia.
RMS diproklamirkan Dr. Ch.R.S. Soumokil adalah seorang bekas Jaksa Agung pada Negara Indonesia Timur pada tanggal 25 April 1950 di Ambon.
Meski pada awalnya pemerintah RI memilih untuk bersikap lunak pada RMS, akhirnya pemerintah memutuskan untuk menumpas pemberontakan tersebut dengan kekuatan senjata.
Dr. Soumokil berhasil ditangkap dan diadili pada tanggal 2 Desember 1963.
Latar belakang pemberontakan DI atau TII dan RMS di Indonesia memperlihatkan berbagai ancaman terhadap integrasi bangsa bahkan dapat muncul dari berbagai elemen dalam negeri sendiri. (Mey)
Baca juga: Latar Belakang Terjadinya Pertempuran Medan Area, Aksi Heroik Pejuang dan Rakyat
