Konten dari Pengguna

Latar Belakang Perjanjian Roem Royen, Isi, dan Dampaknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi latar belakang perjanjian roem royen. Sumber: Sora Shimazaki/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi latar belakang perjanjian roem royen. Sumber: Sora Shimazaki/pexels.com

Perjanjian Roem Royen adalah perjanjian yang terjadi setelah pihak Belanda melanggar Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Renville melalui agresi militer. Adapun latar belakang Perjanjian Roem Royen adalah karena konflik bersenjata antara pihak Indonesia dan Belanda.

Hakim dalam Perundingan Roem-Royen dalam Pemberitaan dan Opini Harian Waspada Medan 1949 menyampaikan bahwa Indonesia mengalami beberapa konflik dengan Belanda pasca kemerdekaan berkaitan dengan pengakuan kemerdekaan dan agresi militer, sehingga diselenggarakan beberapa perjanjian.

Untuk lebih jelasnya mengenai latar belakang Perjanjian Roem Royen, baca artikel ini sampai selesai.

Latar Belakang Perjanjian Roem Royen

Ilustrasi latar belakang perjanjian roem royen. Sumber: Andrea Piacquadio/pexels.com

Perjanjian Roem Royen adalah salah satu perundingan yang berlangsung pasca Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Renville. Adapun latar belakang Perjanjian Roem Royen adalah karena Belanda melakukan agresi militer meskipun telah menandatangani Perjanjian Linggarjati dan Renville.

Agresi militer tersebut terjadi dua kali dan puncaknya pada 19 Desember 1948, ketika Belanda menguasai Yogyakarta dan menangkap beberapa petinggi negara, seperti Soekarno, Hatta, serta Sutan Syahrir.

Hal itu akhirnya mendapatkan sorotan dunia, hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan peringatan kepada Belanda pada 4 Januari 1949.

Selanjutnya, pada 17 April 1949, United Nations Commiccion for Indonesia (UNCI) memanggil perwakilan dari Indonesia dan Belanda untuk melakukan perundingan. Pihak Indonesia diwakili oleh Mohammad Roem, sementara wakil dari Belanda adalah Herman van Roijen. Maka dari itu, perundingan ini dinamakan sebagai Perjanjian Roem Royen.

Isi Perjanjian Roem Royen

Perjanjian Roem Royen disepakati pada 7 Mei 1949. Adapun isi perjanjian ini, yaitu:

1. Isi Perjanjian Roem Royen untuk Indonesia

  • Memerintahkan pengikut RI yang bersenjata agar segera menghentikan perang gerilya.

  • Bekerja sama untuk mengembalikan perdamaian, menjaga ketertiban, serta keamanan.

  • Mengikuti Konferensi Meja Bundar di Den Haag untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang lengkap kepada Negara Indonesia Serikat tanpa syarat.

2. Isi Perjanjian Roem Royen untuk Belanda

  • Belanda telah menyetujui kembalinya ibu kota RI ke Yogyakarta.

  • Menjamin pemberhentian agresi militer serta membebaskan seluruh tahanan politik.

  • Tidak akan mendirikan maupun mengakui negara yang ada di wilayah kekuasaan RI sebelum tanggal 19 Desember 1949 sekaligus tidak memperluas negara yang akan merugikan RI.

  • Menyetujui RI sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat. Berusaha dengan sepenuh hati agar Konferensi Meja Bundar bisa segera dilaksanakan setelah pemerintahan RI kembali ke Yogyakarta.

Dampak Perjanjian Roem Royen

Perjanjian Roem Royen memberikan sejumlah dampak bagi keberlangsungan RI. Adapun beberapa dampak Perjanjian Roem Royen adalah:

  • Pengembalian pemerintahan RI ke Yogyakarta terjadi pada 24 Juni 1949.

  • Pasukan Belanda dari Yogyakarta ditarik mundur pada 1 Juli 1949.

  • Pemerintah Indonesia kembali ke Yogyakarta, sementara TNI memperoleh kekuasaan penuh di Yogyakarta.

  • Pemberhentian konflik akan dibahas setelah pemerintah RI kembali ke Yogyakarta.

  • Belanda harus meninggalkan Yogyakarta pada 29 Juni 1949.

  • Soekarno dan Hatta dibebaskan pada 6 Juli 1949, lalu kembali ke Yogyakarta.

Demikian beberapa informasi mengenai latar belakang Perjanjian Roem Royen, isi, hingga dampaknya. [ENF]