Konten dari Pengguna

Latar Belakang Supersemar dan Isi Lengkapnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Latar Belakang Supersemar. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Álvaro Serrano on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Latar Belakang Supersemar. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Álvaro Serrano on Unsplash

Supersemar adalah singkatan dari Surat Perintah Sebelas Maret 1966, yang merupakan surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Mungkin banyak masyarakat yang belum mengetahui perihal latar belakang Supersemar.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi penandatanganan Supersemar. Untuk lebih jelasnya, simak dalam pembahasan berikut ini.

Latar Belakang Supersemar

Latar Belakang Supersemar. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Aaron Burden on Unsplash

Dikutip dari buku Membongkar Supersemar karya F. X Baskara Tulus Wardaya, (2009) Supersemar adalah singkatan dari Surat Perintah Sebelas Maret 1966. Surat perintah ini berisi perintah untuk memberikan mandat kepada Jenderal Soeharto.

Soeharto diperintahkan untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan dan kestabilan pemerintahan yang buruk pada masa pembersihan setelah terjadinya Gerakan 30 September (G30S) atau Gerakan 1 Oktober (Gestok).

Latar belakang Supersemar adalah gejolak politik dan ekonomi yang terjadi di Indonesia setelah peristiwa G30S, yang diduga melibatkan Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai dalang di balik pembunuhan tujuh jenderal dan satu perwira tinggi Angkatan Darat.

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari tentara dan rakyat, yang membentuk berbagai kesatuan aksi antikomunis, seperti KAMI, KAPPI, KABI, KASI, KAWI, dan KAGI, yang tergabung dalam Front Pancasila.

Isi Supersemar

Dalam perkembangannya ada tiga versi Supersemar yang tidak diketahui sebenarnya mana yang paling benar atau valid. Tiga versi surat perintah tersebut keluar dari Pusat Penerangan (Puspen) TNI AD, Sekretariat Negara (Setneg), dan Akademi Kebangsaan.

Meski ada beberapa versi namun secara umum ada beberapa pokok penting berkaitan dengan isi Supersemar, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya pemerintahan dan jalannya Revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS, demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi.

  2. Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan Lain dengan sebaik-baiknya.

  3. Supaya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut paut dalam tugas dan tanggung jawabnya seperti tersebut di atas.

Supersemar pada akhirnya membuat banyak kontroversi yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Baca juga: Perkembangan Islam di Sulawesi dan Sejarah Penyebarannya

Demikian adalah pembahasan mengenai latar belakang Supersemar dan isi lengkapnya yang menjadi kontroversi. (WWN)