Latar Belakang Terbentuknya BPUPKI dan PPKI dalam Masa Pendudukan Jepang

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Latar belakang terbentuknya BPUPKI dan PPKI dalam masa pendudukan Jepang bermula dari janji Perdana Menteri Jepang Kuniaki Koiso untuk memperkenankan kemerdekaan bagi Indonesia.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, Koiso mengemukakan janji kemerdekaan bagi Indonesia di depan sidang parlemen Jepang Teikoku Ginkai pada 7 September 1944.
Latar Belakang Terbentuknya BPUPKI dan PPKI dalam Masa Pendudukan Jepang
Latar belakang dibentuknya BPUPKI yaitu menjadi upaya Jepang agar Indonesia tidak melakukan perlawanan terhadap Jepang dan turut membantu Jepang melawan Sekutu.
Karena pada bulan Juni 1944, angkatan perang Amerika Serikat atau pihak Sekutu memukul mundur angkatan perang Jepang di Saipan, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Kepulauan Marshall.
Kekalahan Jepang menjadikan seluruh garis pertahanan Jepang di Pasifik mulai dapat dikalahkan. Peristiwa tersebut diikuti oleh peletakan jabatan Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo, sehingga digantikan Koiso.
Janji Koiso terkait kemerdekaan Indonesia diikuti oleh pengumuman pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau Dokuritsu Junbi Chosakai yang disingkat BPUPKI.
Pengumuman ini disampaikan Jenderal Kumakichi Harada pada tanggal 1 Maret 1945.
PPKI adalah singkatan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau dalam bahasa Jepang disebut dengan Dokuritsu Zyunbi Inkai yang merupakan panitia yang bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya sudah dilakukan BPUPKI.
PPKI dibentuk tanggal 7 Agustus 1945, yaitu setelah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang dibubarkan karena dianggap terlalu cepat dalam menyatakan kemerdekaan Indonesia.
PPKI dibentuk untuk melanjutkan rencana kemerdekaan yang ada hingga lebih matang. Pembentukan PPKI disaksikan Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, serta Dr. radjiman Wedyodiningrat.
PPKI diketuai Ir. Soekarno serta beranggotakan 21 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang di Indonesia. Tanpa sepengetahuan Jepang, anggota PPKI menjadi bertambah 6 orang.
Panitia ini menyelenggarakan serangkaian sidang untuk mencapai tujuan PPKI. Berbeda dengan BPUPKI, tujuan PPKI mulai lepas dari campur tangan dan pengaruh Jepang.
Setelah melaksanakan tugas dalam rencana kemerdekaan dan berhasil mewujudkannya, PPKI resmi dibubarkan pada tanggal 29 Agustus 1945.
Pembubaran PPKI bersamaan dengan dilakukannya pembentukan dan pelantikan Komite Nasional Indonesia Pusat dan Provinsi untuk melanjutkan rencana tata pemerintahan selanjutnya.
Demikian penjelasan mengenai latar belakang terbentuknya BPUPKI dan PPKI dalam masa pendudukan Jepang. (ARH)
