Konten dari Pengguna

Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum yang Menjadi Nenek Moyang Suku Papua

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi manusia pendukung kebudayaan mesolithikum, Pexels/Boris Hamer
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manusia pendukung kebudayaan mesolithikum, Pexels/Boris Hamer

Pada masa Mesolithikum, terdapat manusia pendukung kebudayaan mesolithikum yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk wilayah Indonesia Timur.

Dikutip dari buku Kamus Sejarah dan Budaya Indonesia, Putri Fitria, (2023:117), Mesolithikum merupakan periode praaksara yang dicirikan dengan kebudayaan-kebudayaan dari bebatuan berukuran sedang dengan hasil yang lebih maju dibanding paleolitikum.

Pada masa Mesolitikum, manusia masih hidup semi nomaden. Mereka memilih untuk tinggal di goa atau pantai sambil melakukan aktivitas membuat alat-alat dari tulang dan batu kasar.

Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum

Ilustrasi manusia pendukung kebudayaan mesolithikum, Pexels/Barbaros Gültekin

Manusia pendukung kebudayaan mesolithikum yang juga merupakan nenek moyang suku bangsa Papua adalah ras Papua-Melanesoid.

Zaman Mesolitikum atau Zaman Batu Madya sendiri adalah periode peralihan antara Zaman Batu Tua (Paleolitik) dan Zaman Batu Muda (Neolitik).

Kehidupan manusia di zaman Mesolithikum memiliki ciri khusus, beberapa di antaranya yaitu:

  • Sudah mengenal seni melukis.

  • Hidup semi nomaden, di tempat-tempat seperti goa atau tepi pantai.

  • Sudah mengenal kepercayaan.

  • Alat-alat yang digunakan didominasi dari tulang dan bebatuan kasar.

  • Peninggalan kuno yang paling terkenal dari zaman Mesolitikum adalah Kjokkenmoddinger.

  • Transisi dari alat-alat batu besar dan perburuan dalam kelompok hewan ternak besar ke alat-alat batu kecil (mikrolit) dan budaya berburu-meramu.

Berdasarkan ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman Mesolithikum yang disebutkan di atas, ciri-ciri kebudayaan Mesolithikum di Papua tidak jauh berbeda. Masyarakat di sana juga sangat bergantung pada sumber daya alam yang memang melimpah. Berikut penjelasannya:

  • Papua Melanesoid adalah kelompok manusia yang mendiami wilayah Papua, Nugini, dan Kepulauan Melanesia

  • Sangat tergantung pada sumber daya alam

  • Memiliki ciri-ciri fisik khas, seperti kulit gelap, rambut keriting atau kribo, dan hidung yang lebar

  • Senang untuk berburu, mengumpulkan makanan, dan berkebun

Itulah penjelasan yang menjawab pertanyaan manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum yang juga merupakan nenek moyang suku bangsa Papua adalah? Mengulik sejarah manusia di zaman prasejarah memang cukup menarik karena di setiap masanya memiliki keunikan tersendiri. (Nay)

Baca juga: Bahasa Daerah Papua: Jumlah dan Fakta Uniknya