Marga yang Tidak Boleh Menikah dengan Simamora Debataraja

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Marga yang tidak boleh menikah dengan Simamora Debataraja merupakan bagian dari aturan adat Batak Toba yang mengatur larangan pernikahan antar marga.
Simamora adalah salah satu marga Batak Toba yang diketahui berasal dari Baktiraja, Humbang Hasundutan, dan Tipang. Sementara itu, Simamora Debataraja atau disebut juga sebagai Debataraja saja adalah sub-marga atau marga turunan dari Simamora.
Ini Marga yang Tidak Boleh Menikah dengan Simamora Debataraja
Dalam adat Batak Toba, terdapat namarpadan atau padan yang berarti ikrar janji yang telah ditetapkan oleh marga-marga tertentu.
Ini membuat antara laki-laki dan perempuan tidak bisa saling menikah yang padan marga karena dianggap telah menjadi satu keluarga secara adat meskipun bukan darah secara biologis.
Oleh karena itu, marga yang tidak boleh menikah dengan Simamora Debataraja adalah Manurung dan Lumbangaol karena kedua marga itu telah terikat perjanjian padan dengan Simamora Debataraja.
Dikutip dari buku Asal-Usul, Istilah, dan Tradisi Budaya Batak Toba, Jonar T. H. Situmorang, (2021:146-147), menurut Richard Sinaga, marga Simamora adalah generasi keenam dari Siraja Batak.
Manurung diketahui merupakan salah satu marga Batak Toba yang berasal dari daerah Sibisa, Toba, serta merupakan keturunan dari Raja Toga Manurung.
Dari marga yang tidak boleh menikah dengan Simamora Debataraja diketahui bahwa Lumbangaol merupakan salah satu marga Batak Toba yang termasuk ke dalam kelompok marga-marga keturunan dari Naipospos.
Dikutip dari buku Makan Sapa dari Perspektif Enkulturasi Nilai Budaya Masyarakat Batak Humbang Hasudutan dan Implikasi terhadap Moderasi Beragama, Dr. Sarmauli, M. Th, (2024:127), dalam tradisi Batak, yang menjadi kesatuan adat adalah ikatan sedarah dalam marga.
Misalnya, marga Simamora yang merupakan kesatuan adatnya marga Simamora itu sendiri.
Larangan ini dijaga secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan terhadap ikatan adat yang telah disepakati oleh leluhur, serta untuk menjaga keharmonisan dan struktur sosial dalam masyarakat Batak Toba.
Marga yang tidak boleh menikah dengan Simamora Debataraja menjadi pegangan bagi generasi berikutnya dalam menentukan batas hubungan antar keluarga, termasuk dalam hal pernikahan. (Mey)
Baca juga: Marga yang Tidak Boleh Menikah dengan Hasibuan dalam Adat Batak
