Masa Pendudukan Jepang di Indonesia yang Berujung Penjajahan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa pendudukan Jepang di Indonesia merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang memberikan dampak negatif, sekaligus positif bagi negara. Sebab, pada masa inilah Indonesia berhasil mencapai kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Masa Pendudukan Jepang di Indonesia
Dikutip dari Modul Sejarah Kelas X, pada 8 Desember 1941, Jepang secara tiba-tiba meluncurkan serangan ke Pearl Harbour, yakni pangkalan AL terbesar Amerika di Pasifik. Setelah penyerangan ini, Jepang juga menyerbu bagian selatan, termasuk Indonesia.
Jepang pertama kali tiba di Tarakan, Kalimantan Timur pada tanggal 11 Januari 1942. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang, seperti minyak bumi.
Kedatangan Jepang kala itu membuat pasukan Hindia Belanda mengalami kemunduran. Akhirnya, Jepang juga berhasil menguasai beberapa wilayah di Indonesia, seperti Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Palembang, hingga Ambon.
Seiring berjalannya waktu, pendudukan Jepang pun meluas ke Jawa, di mana mereka berhasil menguasai Batavia dan seluruh pulau. Akibatnya, Belanda menyerah tanpa syarat pada 8 Maret 1942.
Penyerahan kekuasaan ini dinyatakan dalam sebuah perundingan yang digelar di rumah dinas perwira, di kawasan Landasan Udara Kalijati. Perundingan inilah yang dikenal sebagai Perjanjian Kalijati.
Melalui Perjanjian Kalijati, Belanda harus menyerahkan Indonesia kepada Jepang seutuhnya. Setelah resmi menerima kedaulatan dari pemerintah Belanda, Jepang langsung membagi wilayah Indonesia menjadi tiga bagian pemerintahan militer, di antaranya:
Wilayah I (Angkatan Darat: Gunsseibu), mencakup Jawa dan Madura, dengan Batavia sebagai pusatnya. Pemimpinnya adalah Hitoshi Imamura.
Wilayah II (Angkatan Darat: Rikugun), mencakup Sumatra, dengan Bukittinggi sebagai pusatnya. Dipimpin oleh Jendral Tanabe.
Wilayah III (Angkatan Laut: Kaigun), mencakup Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara, dan Irian dengan Makassar sebagai pusatnya. Pemimpinnya adalah Laksamana Maeda.
Dampak Penjajahan Jepang di Indonesia
Penjajahan Jepang di Indonesia memberikan sejumlah dampak, baik positif dan negatif. Berikut contohnya:
1. Dampak Positif
Bahasa Indonesia boleh digunakan sebagai bahasa nasional
Didirikannya kumiyai, yang menjadi cikal bakal koperasi
Menghapus sistem sekolah berdasarkan kelas sosial
Rakyat berhasil mengenal line system pada pertanian, yang jauh lebih efisien dan tinggi produksinya
Rakyat mendapatkan latihan militer
2. Dampak Negatif
Diterapkannya romusha atau kerja paksa
Perekonomian negara lumpuh karena Jepang menyita seluruh kekayaan Indonesia
Rakyat kekurangan sandang
Banyak wanita yang dipaksa menjadi jugun ianfu atau wanita penghibur
Itulah dia penjelasan mengenai pendudukan Jepang di Indonesia beserta dampaknya. Setelah Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu, Indonesia pun berhasil memproklamasikan kemerdekaannya. (AZ)
