Mempelajari Latar Belakang Politik Etis pada Masa Penjajahan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Politik etis atau politik balas budi merupakan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1901. Di mana kebijakan yang digagas oleh Van Deventer ini mengharuskan pemerintah Belanda untuk memajukan kesejahteraan masyarakat pribumi.
Latar belakang politik etis merupakan hasil dari simpati dan kritik terhadap kondisi penduduk pribumi di Indonesia selama masa penjajahan Belanda. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya di sini.
Latar Belakang Politik Etis
Ada beberapa hal yang melatarbelakangi diberlakukannya politik etis oleh pemerintah Belanda. Berikut penjelasannya.
1. Keuntungan Belanda dari Sistem Tanam Paksa
Belanda telah mendapatkan keuntungan besar dari Hindia Belanda selama masa penjajahan.
Melalui praktik tanam paksa dan eksploitasi sumber daya alam, keuntungan ekonomi yang besar telah diperoleh oleh Belanda dari wilayah ini.
2. Simpati Politikus Belanda terhadap Kondisi Indonesia
Sebagian politikus Belanda mulai merasa simpati terhadap kondisi yang semakin memburuk di Indonesia akibat adanya praktik tanam paksa dan eksploitasi yang berlebihan.
Mereka merasa bahwa perlu adanya tindakan untuk memperbaiki kondisi ini.
3. Sistem Tanam Paksa yang Menyengsarakan Rakyat Indonesia
Sistem tanam paksa telah menjadi salah satu simbol penindasan dalam sejarah Hindia Belanda.
Kala itu, sebagian besar masyarakat Indonesia dipaksa untuk bekerja tanpa upah yang layak. Kondisi kerja yang buruk itu telah menyebabkan penderitaan yang besar.
4. Kesejahteraan Rakyat Indonesia yang Minim
Kesejahteraan penduduk pribumi Indonesia sangat minim. Mereka hidup dalam kemiskinan dan ketidakpastian. Semebtara keuntungan besar terus mengalir ke Belanda.
5. Pendidikan Rakyat Indonesia yang Terbelakang
Pendidikan penduduk pribumi di Indonesia pada saat itu sangat terbelakang. Sumber daya pendidikan yang terbatas dan akses yang terbatas telah membuat pendidikan menjadi sebuah tantangan besar bagi rakyat Indonesia.
Mengenal Tokoh Penting dalam Politik Etis
Mengutip buku Revolusi Politik Kaum Muda karya Muhammad Umar Syadat Hasibuan. Salah satu tokoh utama dalam pengembangan politik etis adalah Conrad Theodore van Deventer.
Deventer memainkan peran kunci dalam mempromosikan ide-ide Politik Etis. Kontribusinya yang signifikan adalah artikel yang dimuat di De Gids pada tahun 1899. DI mana dia memperkenalkan konsep politik etis.
Tokoh lain dari Politik Etis adalah Pieter Brooshooft, seorang jurnalis dan penulis Belanda.
Selain itu ada juga Edward Douwes Dekker yang dikenal sebagai Multatuli. Dekker merupakan seorang penulis Belanda yang sangat kritis terhadap praktik kolonial Belanda di Hindia Belanda.
Demikian pembahasan mengenai latar belakang politik etis pada masa penjajahan. (AZS)
