Konten dari Pengguna

Mengapa DI/TII Cepat Berkembang di Jawa Barat? Ini Sejarahnya

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
11 Agustus 2023 20:51 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi mengapa di/tii cepat berkembang di jawa barat, sumber foto: Emre Vonal by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa di/tii cepat berkembang di jawa barat, sumber foto: Emre Vonal by pexels.com
ADVERTISEMENT
Mengapa DI/TII cepat berkembang di Jawa Barat? Hal ini karena DI/TII pada mulanya berasal dari rakyat Jawa Barat. Sayangnya tidak semua orang mengetahui fakta menarik tentang DI/TII.
ADVERTISEMENT
Pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) merupakan gerakan yang menginginkan berdirinya Negara Islam Indonesia. Pada dasarnya, pemberontakan ini bermula di Jawa Barat, hingga kemudian menyebar ke berbagai daerah lainnya.
Dikutip dari Buku Sejarah 3: Smp Kelas IX karya Drs. H. Moh. Surydia dan Drs. Anwar Kurnia, berikut ini uraian tentang sejarahberkembang DI/TII di Jawa Barat.

Mengapa DI/TII Cepat Berkembang di Jawa Barat?

Ilustrasi mengapa di/tii cepat berkembang di jawa barat, sumber foto: Rik Schots by pexels.com
Berikut ini lengkap tentang pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.
Berdasarkan kesepakatan dalam Perjanjian Renville, Divisi Siliwangi harus melakukan hijrah ke pusat pemerintahan RI di Yogyakarta. Hal ini membuat 35 ribu anggota Divisi Siliwangi terpaksa diangkut dengan kapal dari Cirebon ke Rembang, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Dalam kegiatan ini, pasukan Hisbullah dan Fisabilillah yang berada di bawah pengaruh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo tetap tinggal di Jawa Barat karena pasukan tersebut tidak tunduk pada perjanjian tersebut.
Sehingga Jawa Barat menjadi kosong oleh kekuatan pasukan Republik. Pasukan Hisbullah dan Fisabilillah kemudian memanfaatkan kekosongan tersebut dengan menyusun strategi pertahanan untuk cikal bakal sebuah negara.
Rupanya Kartosuwiryo memiliki cita-cita mendirikan negara Islam di Indonesia yang terpisah dari RI. Gerakan separatis yang digerakkan Kartosuwiryo bernaung dalam organisasi bernama Darul Islam (DI).
Seiring perkembangannya, DI mendapat dukungan kalangan pemimpin politik Islam Radikal, pasukan Hisbullah dan Fisabilillah. Kemudian pada bulan Februari 1948 Kartosuwiryo menyelenggarakan kongres Islam di Cisayong, Jawa Barat sebagai persiapan.
ADVERTISEMENT
Pada 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) di Desa Malangbong, Kabupaten Tasikmalaya. Gerakan ini bernama Darul Islam (DI), sedangkan tentara yang mendukungnya disebut Tentara Islam Indonesia (TII).
Maka dari itu, gerakan separatis ini dinamakan dengan DI/TII. Bukan hanya di Jawa Barat saja, gerakan DI/TII ini kemudian merembet ke Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
(DSI)