Mengapa Keluarga disebut Sebagai Kelompok Sosial? Ini Penjelasannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keluarga merupakan suatu kelompok sosial dengan kedekatan anggota-anggota yang sangat erat.
Keluarga muncul dari satuan organisasi terbatas dan memiliki ukuran minimum. Lantas mengapa keluarga disebut sebagai kelompok sosial?
Untuk mengetahuinya, simak pembahasan berikut ini.
Apa Itu Kelompok Sosial?
Secara etimologis, keluarga adalah orang-orang yang berada dalam seisi rumah yang sekurang-kurangnya terdiri dari suami, istri, dan anak-anak. Keluarga termasuk satuan kekerabatan yang sangat mendasar dalam suatu masyarakat.
Biasanya keluarga terdiri dari bapak, ibu, dengan anak-anaknya, atau orang seisi rumah yang menjadi tanggung jawabnya.
Keluarga adalah kelompok sosial yang bersifat universal. Keluarga dapat ditemukan di berbagai kelompok masyarakat.
Mengapa Keluarga disebut Kelompok Sosial?
Dr. Siti Mas’udah, S.Sos., M.Si. dalam buku berjudul Sosiologi Keluarga: Konsep, Teori, dan Permasalahan Keluarga menjelaskan bahwa keluarga merupakan suatu kelompok utama, karena mereka merupakan satuan sosial terkecil dan membentuk satuan sosial lebih besar.
Keluarga merupakan kelompok sosial pertama di mana individu yang menjadi anggota di dalamnya diperkenalkan kepada masyarakat. Keluarga menjadi suatu kelompok sosial yang sangat intim dan akrab.
Kualitas hubungan yang sangat dekat itu berbeda dengan kualitas hubungan yang terjadi di antara: anggota-anggota kelompok sekunder, seperti peergroup, teman sekantor maupun teman organisasi atau profesi.
Keluarga mempunyai peran sangat vital bagi perkembangan individu. Individu lahir di dalam keluarga dan pertama kali mengenal individu lainnya juga dari keluarga. Interaksi individu dengan individu lain pertama kali terjadi dalam keluarga.
Di dalam keluarga, individu mendapatkan dukungan sosial yang sangat diperlukan bagi kehidupannya. Individu juga mendapatkan pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma-norma sosial yang akan membekalinya bagaimana dia berperilaku dan berperan di masyarakat.
Pengalaman sosial individu yang diperoleh dari keluarga akan memengaruhi dan ikut menentukan perkembangan kepribadian. Kepribadian individu tidak terbentuk begitu saja dan terbentuk lewat proses yang sangat panjang.
Proses Terbentuknya Keluarga
Amirulloh Syarbini dalam buku berjudul Model Pendidikan Karakter Dalam Keluarga menjelaskan bahwa keluarga menjadi unsur terkecil dari suatu masyarakat, keluarga bisa terbentuk lewat perkawinan atau hubungan darah.
Dalam perspektif sosiologi, keluarga adalah suatu kelompok sosial terkecil yang ditandai oleh tempat tinggal bersama, kerjasama ekonomi, dan reproduksi.
Keluarga termasuk sekelompok sosial yang dipersatukan oleh pertalian kekeluargaan, perkawinan, maupun adopsi, yang disetujui secara sosial, yang biasanya secara bersama-sama menempati suatu tempat tinggal dan saling berinteraksi sesuai dengan peranan-peranan sosial yang dirumuskan dengan baik.
Itulah penjelasan mengenai alasan mengapa keluarga disebut sebagai kelompok sosial yang penting untuk diketahui. (eK)
