Mengenal Ainu, Suku di Jepang yang Mahir Berburu

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu nama suku di Jepang adalah suku Ainu. Suku ini merupakan suku asli Jepang yang mahir berburu.
Kenali kelompok etnis pribumi Jepang ini lebih lanjut lewat uraian berikut.
Suku di Jepang: Ainu
Ainu merupakan sebuah kelompok etnis pribumi Jepang yang pernah terpinggirkan. Padahal, suku Ainu adalah suku asli Jepang.
Suku di Jepang ini kerap mengalami praktik diskriminatif. Salah satu contohnya adalah saat Jepang mulai melakukan ekspansi ke wilayah utara pada abad ke-19.
Saat itu, suku Ainu dianggap sebagai ras inferior sehingga mereka diisolasi dari masyarakat Jepang. Suku Ainu pun dipaksa untuk meninggalkan bahasa, agama, dan tradisi mereka serta harus mengambil bahasa dan budaya Jepang.
Selain itu, contoh sikap diskriminatif terhadap suku Ainu adalah adanya Undang-Undang tentang Perlindungan Mantan Suku Aborigin Hokkaido. Undang-Undang Tahun 1899 ini menggusur suku Ainu dari tanah airnya menuju pegunungan tandus yang ada di tengah pulau.
Walaupun mengalami beberapa sikap diskriminatif, suku Ainu tetap mempertahankan sejumlah kepercayaan dan tradisi mereka. Misalnya, upacara ritual, perburuan, musik, serta tarian tradisional Ainu.
Pada bagian judul artikel, kita telah mendapatkan petunjuk bahwa suku Ainu adalah suku di Jepang yang mahir berburu. Pasalnya, berburu merupakan mata pencaharian asli bagi suku Ainu.
Layaknya suku penduduk asli di setiap negara, suku Ainu pun memancing untuk mendapatkan makanan.
Sejak tadi, kita membahas tentang sikap diskriminatif yang pernah suku Ainu alami. Namun, kita belum membahas mengenai karakteristik kelompok etnis pribumi Jepang yang satu ini. Sebenarnya, apa karakteristik suku Ainu?
Karakteristik Suku Ainu
Walaupun perilaku diskriminatif banyak tertuju pada suku Ainu, suku ini tetap lestari dan ada. Pasalnya, banyak antropolog yang menjadikan suku Ainu sebagai subjek penelitian, baik dalam segi budaya, bahasa, maupun fisik mereka.
Bahasa yang digunakan oleh suku Ainu adalah bahasa Ainu. Dikutip dari buku berjudul Suku Bangsa Dunia dan Kebudayaanya karya Pram (2013: 86), diketahui bahwa dalam bahasa Ainu, ainu atau aynu berarti orang atau manusia.
Bahasa Ainu sendiri tidak mempunyai hubungan dengan bahasa Jepang. Namun, beberapa kosa kata dalam bahasa Ainu merupakan pinjaman dari bahasa Jepang.
Sayangnya, bahasa Ainu saat ini termasuk dalam kategori bahasa yang terancam punah. Hal ini sebagaimana penjelasan Pram yang menyebutkan bahwa,
UNESCO pada tahun 2009 memasukkan bahasa Ainu sebagai bahasa dalam keadaan kritis (critically endangered).
Kondisi tersebut cukup menjelaskan alasan antropolog banyak melakukan penelitian terhadap suku Ainu dalam segi bahasa.
Selain dalam segi bahasa, antropolog juga meneliti suku Ainu secara fisik. Beberapa karakteristik fisik suku Ainu, yaitu:
Mempunyai tubuh gempal yang kuat serta proporsional;
Mempunyai tulang pipi tinggi dan hidung pendek;
Mempunyai rambut yang lebat serta berombak;
Mempunyai wajah yang lebar; dan
Mempunyai mata berwarna cokelat gelap.
Sekian uraian tentang suku Ainu sebagai salah satu suku di Jepang kali ini. Semoga dapat menjawab keingintahuan Anda tentang suku di Negeri Matahari Terbit. (AA)
