Konten dari Pengguna

Mengenal Latar Belakang SAARC Lengkap dengan Tujuan Pembentukannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Latar Belakang SAARC. Foto: dok. Unsplash/Vladislav Klapin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Latar Belakang SAARC. Foto: dok. Unsplash/Vladislav Klapin

Latar belakang SAARC adalah salah satu pengetahuan terkait kerja sama internasional, khususnya yang dijalin oleh negara-negara di Asia. Terbentuknya SAARC ini bukan tanpa tujuan. Tentunya, ada tujuan khusus di balik pembentukan SAARC.

Untuk mengetahui apa latar belakang pembentukan SAARC beserta tujuan pembentukannya, simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Latar Belakang SAARC dan Tujuan Pembentukannya

Ilustrasi Latar Belakang SAARC. Foto: dok. Unsplash/Sebastiano Piazzi

Mengutip buku berjudul Keterkaitan Ekonomi dan Keamanan di Asia: Handbook Hubungan Internasional ASIA yang disusun oleh Saadia M. Pekkanen, John Ravenhill, dan Rosemary Foot, SAARC merupakan singkatan dari South Asian Association for Regional Cooperation.

SAARC atau dalam bahasa Indonesia disebut Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan adalah institusi regional terpadu yang didirikan pada 8 Desember 1985. Institusi ini mencakup kerja sama di berbagai bidang, seperti bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Latar belakang pembentukan SAARC itu sendiri adalah adanya keinginan negara-negara di Asia Selatan untuk menjalin kerja sama dengan menyertai semangat persaudaraan, kepercayaan, dan saling pengertian dari antarnegara anggota.

Adapun tujuan pembentukan SAARC tercantum dalam Piagam SAARC, yaitu:

  • Mempromosikan kesejahteraan.

  • Memperkuat rasa saling percaya bagi antarnegara anggota.

  • Menjalin kerja sama secara aktif.

  • Mempercepat dan memaksimalkan pertumbuhan ekonomi serta kemajuan sosial dan budaya di kawasan Asia Selatan.

Organisasi ekonomi regional yang bermarkas di Kathmandu, Nepal ini beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Selatan. Negara anggota SAARC, antara lain Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka.

Anggota SAARC telah meluncurkan dua inisiatif perdagangan, antara lain:

  • Perjanjian Perdagangan Preferensial Asia Selatan atau yang disebut SAPTA (SAARC Preferential Trading Arrangement).

  • Perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas Asia Selatan atau South Asian Free Trade Area (SAFTA).

Demikian pembahasan ringkas mengenai latar belakang SAARC yang disajikan lengkap dengan tujuan pembentukan dan daftar negara anggotanya.

Dengan pengetahuan ini, wawasan tentang SAARC sebagai salah satu jenis kerja sama regional yang dijalin negara-negara di dunia dapat terus bertambah. Semoga bermanfaat. (DAP)