Mengenal Perbedaan Masyarakat Perkotaan dan Perdesaan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meski saling keterkaitan satu sama lain, masyarakat perkotaan dan perdesaan juga memiliki sejumlah perbedaan.
Berdasarkan buku Buku Ajar Memahami Ilmu Sosial Budaya Dasar dalam Kebidanan karya Ridwan & Firda, perbedaan masyarakat perkotaan dan perdesaan yang pertama adalah jumlah penduduk dan wilayahnya.
Kepadatan penduduk di area kota lebih tinggi sehingga pembagian wilayah untuk setiap orang akan menjadi sempit. Sebaliknya, penduduk di area desa lebih sedikit sehingga wilayah tinggal untuk setiap orang akan lebih besar.
Selain itu, masih ada beberapa perbedaan mendasar antara masyarakat perkotaan dan pedesaan, seperti yang tertuang di bawah ini.
Perbedaan Masyarakat Perkotaan dan Pedesaan
Mengutip buku Ilmu Sosial Budaya Dasar oleh Yulianthi, dijelaskan bahwa masyarakat terbagi menjadi beberapa lapisan sosial yang didasarkan pada status sosial.
Di kota, adanya heterogenitas yang kental membuat lapisan sosial juga cenderung lebih banyak. Kesenjangan antar lapisan juga terasa ekstrim.
Sementara di desa, masyarakat desa yang homogen cenderung berada di lapisan sosial yang setara, yaitu berada di kelas tengah. Kesenjangan antar lapisan di perdesaan juga tidak terlalu signifikan.
Selain itu, perbedaan masyarakat perkotaan dan perdesaan bisa dilihat dari karakteristik keduanya.
Berikut adalah sejumlah karakteristik masyarakat perkotaan dan perdesaan.
1. Karakteristik Masyarakat Perkotaan
Perilaku heterogen.
Perilaku didasari oleh konsep pengendalian diri dan kelembagaan.
Perilaku berorientasi pada rasionalitas dan fungsi.
Adanya mobilitas sosial sehingga menjadi lebih dinamis.
Pembauran dan diversifikasi kultural.
Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekuler.
Individualisme.
Masalah yang melanda, antara lain pendidikan, kemiskinan, kualitas SDM rendah, dan aliran / kepercayaan sesat.
2. Karakteristik Masyarakat Perdesaan
Perilaku Homogen
Perilaku didasari konsep kekeluargaan dan kebersamaan.
Perilaku berorientasi pada tradisi dan status.
Adanya isolasi sosial sehingga statis.
Kesatuan dan keutuhan kultural.
Banyak memiliki ritual dan nilai yang sakral.
Kolektivisme.
Masalah yang melanda, antara lain kriminalitas, kepadatan penduduk, dan urbanisasi.
Hubungan Kota dan Desa
Meskipun masyarakat kota dan desa memiliki perbedaan yang mencolok, tetapi keduanya merupakan komunitas yang tak terpisah.
Baik kota maupun desa, saling berhubungan erat dan bergantung satu sama lain karena saling membutuhkan.
Wilayah kota sangat bergantung pada desa untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan juga seringkali membutuhkan SDM yang berasal dari desa untuk ditempatkan pada posisi tertentu.
Sebaliknya, desa juga membutuhkan barang maupun jasa yang hanya dihasilkan oleh orang kota. Misalnya alat dan perlengkapan pertanian.
Demikian pembahasan mengenai perbedaan masyarakat perkotaan dan perdesaan yang selalu terhubung. (SP)
