Mengenal Teori Merkantilisme beserta Sejarah Kemunculannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori merkantilisme merupakan suatu teori ekonomi yang meyakini kemakmuran suatu negara hanya ditentukan oleh jumlah modal atau aset yang tersimpan di dalam negara tersebut. Umumnya, teori ini mencakup kebijakan ekonomi nasional.
Sementara itu, tujuan dari akumulasi pada merkantilisme tersebut adalah sebagai cadangan devisa melalui neraca perdagangan positif.
Untuk lebih memahami tentang teori merkantilisme dan sejarah kemunculannya, simak pembahasannya di bawah ini.
Pengertian Teori Merkantilisme
Eddie Rinaldy, dkk. dalam buku berjudul Perdagangan Internasional : Konsep dan Aplikasi menjelaskan bahwa teori merkantilisme adalah salah satu teori yang berkaitan dengan perdagangan internasional.
Merkantilisme sendiri merupakan pandangan yang menganggap bahwa kesejahteraan dan kekuasaan suatu negara tergantung terhadap jumlah harta kekayaan yang dimiliki, utamanya dalam bentuk emas.
Para pencetus teori merkantilisme dikenal sebagai kaum Bullionist. Sebab pandangan mereka tentang kebijakan suatu negara yang terpusat pada penumpukan emas serta bahan logam yang berharga lainnya itu dianggap terlalu sempit.
Salah seorang penganut teori merkantilisme adalah Thomas Mun (1571-1641). Ia berpendapat bahwa tujuan perdagangan ialah untuk memaksimalkan surplus perdagangan serta aktivitas ekspor yang melebihi impor sehingga negara akan memperoleh tambahan kekayaan (emas) yang semakin besar.
Untuk mencapai tujuan itu, diterapkan berbagai cara maupun kebijakan yang intinya berpijak pada prinsip ekonomi konservatif.
Sejarah Munculnya Teori Merkantilisme
Teori merkantilisme adalah salah satu teori perdagangan internasional yang muncul pada abad ke-15 sampai pertengahan abad ke-18 di beberapa kawasan Eropa Barat, mulai Inggris, Prancis, Spanyol, Belanda, dan Portugis.
Pada abad ke-18, teori merkantilisme menyuguhkan paham ekonomi yang memperlihatkan kesejahteraan pada suatu negara. Teori ini banyak diajarkan di berbagai sekolah Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-18.
Kala itu, ekonomi tengah mengalami perkembangan yang pesat, terutama di kawasan Eropa. Sebab, masyarakat di sana sudah punya kesadaran bernegara yang cukup tinggi.
Dalam teri merkantilisme, disebutkan bahwa kemampuan untuk mempertahankan kedaulatan kemerdekaan sejajar dengan kesejahteraan rakyat.
Oleh sebab itu, suatu negara diharapkan memiliki kondisi ekonomi yang stabil dan mampu mempertahankannya dalam posisi terbaik.
Di sisi lain, abad ke-17 sampai abad ke-18 dikenal sebagai zaman kapitalisme komersial atau kapitalisme saudagar di Eropa. Pada masa itu, ada beberapa negara Eropa yang menganut paham teori merkantilisme.
Hal ini membuat teori merkantilisme pada zaman ini berkembang pesat dan memperlihatkan bila setiap individu bisa menjadi ahli ekonom bagi dirinya sendiri.
Demikian penjelasan tentang teori merkantilisme beserta sejarahnya yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (Ek)
