Konten dari Pengguna

Mengenal Upacara Memukur yang Dilakukan Setelah Ngaben

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memukur adalah upacara. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memukur adalah upacara. Foto: Pexels

Memukur adalah upacara yang dilakukan setelah upacara Ngaben dengan tujuan untuk melengkapi ritual mengantar roh ke surga yang dilakukan oleh masyarakat Bali.

Artikel berikut akan membahas lebih lanjut tentang upacara Memukur yang menarik untuk diketahui.

Upacara Memukur

Ilustrasi memukur adalah upacara. Foto: Pexels

Upacara Ngaben tidak saja mengabukan badan tubuh kasar, tetapi menyucikan dan mengembalikan lima elemen pembentuk tubuh kasar atau stula sarira yang disebut panca maha bhuta.

Tubuh kasar sudah kembali ke panca maha bhuta, maka tubuh halus yakni atman menuju alam tengah, bwah loka atau pitara loka. Capaian ini belum tuntas, karena masih ada alam roh yang lebih mulia sehingga lebih diidealkan oleh orang Bali.

Alam ini adalah swah loka, yajnya loka atau alam atas. Roh penghuni svah loka atau alam surga disebut Yajnya Pitara atau Yajnya Hyang. Dalam rangka mewujudkan sasaran inilah maka upacara Ngaben harus dilengkapi dengan upacara Memukur.

Dalam buku Upacara Nyiramang Layon karya I Wayan Sujana ditulis bahwa memukur merupakan kata kerja yang berasal dari kata dasar bukur yang berarti pintu surga.

Jadi, memukur merupakan ritual bertujuan mengantarkan roh atau badan halus ke alam surga, swah loka, yajnya loka atau alam keyajnyataan. Atman pada svah loka atau surga disebut yajnya pitara atau yajnya hyang pitara.

Secara umum, Memukur adalah upacara ritual dalam adat dan budaya Bali, yang bertujuan untuk menghormati dan menyucikan roh leluhur yang telah meninggal.

Upacara ini biasanya dilakukan beberapa waktu setelah kematian, sering kali pada saat tertentu seperti setahun setelah kematian atau pada saat yang ditentukan oleh keluarga dan pendeta (pemangku).

Proses upacara memukur melibatkan berbagai tahapan, seperti:

  1. Manggala Yadnya : Memohon izin kepada roh leluhur untuk melaksanakan upacara.

  2. Ngekeb : Proses penyucian arwah di sebuah tempat suci.

  3. Nyiramin : Memandikan simbol-simbol yang mewakili roh leluhur.

  4. Mepandes : Proses pemurnian melalui pemotongan simbolik pada taring atau gigi simbol arwah.

  5. Ngelinggihan : Menempatkan roh leluhur di tempat suci keluarga atau desa.

Upacara ini penting dalam budaya Bali karena dipercaya dapat membantu roh leluhur mencapai alam kebahagiaan yang lebih tinggi dan memastikan kesejahteraan spiritual bagi anggota keluarga yang masih hidup.

Demikian pembahasan mengenai Memukur adalah upacara penghormatan dan penyucian roh leluhur yang telah meninggal di Bali. (SP)