Mengetahui Faktor yang Membentuk Interaksi Sosial di Masyarakat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang terjadi antara individu dengan kelompok, antarkelompok, maupun antarindividu. Terjadinya hubungan sosial tidak lepas dari faktor yang membentuk interaksi sosial yang terjadi di masyarakat.
Lantas, apa saja faktor yang bisa membentuk interaksi sosial? Simak penjelasannya di bawah ini.
Faktor yang Membentuk Interaksi Sosial di Masyarakat
Yulia Darmawaty, S.Pd, dan Drs. H. Achmad Djamil dalam buku berjudul Buku Saku Sosiologi SMA menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang bisa membentuk interaksi sosial di masyarakat. Berikut penjelasannya.
1. Imitasi
Imitasi merupakan peniruan dari tindakan orang lain, mulai dari meniru sikap dan tingkah laku hingga penampilan seseorang secara fisik.
Terdapat dua jenis imitasi, yaitu imitasi positif dan imitasi negatif. Contoh imitasi positif adalah seorang pelajar yang meniru tindakan guru yang disiplin dengan datang tepat waktu.
Sementara contoh imitasi negatif adalah pelajar yang meniru kebiasan merokok dari orang yang lebih tua di sekitarnya.
2. Sugesti
Sugesti adalah pengaruh maupun pandangan yang diberikan seseorang kepada orang lain. Proses ini akan memengaruhi pandangan seseorang dalam menerima sesuatu yang terjadi.
Misalnya pidato proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno pada 17 Agustus 2945 telah membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indoensia.
3. Simpati
Simpati merupakan proses kejiwaan di mana individu merasa tertarik dengan seseorang atau kelompok lain, yang kemudian memunculkan suatu perasaan pribadi secara mendalam.
4. Empati
Banyak orang yang kerap menyamakan empati dengan simpati. padahal keduanya adalah hal yang berbeda. Di mana empati merupakan interaksi sosial dengan lebih dalam serta melibatkan inisiatif, emosi, serta tindakan.
Umumnya, perasaan simpati muncul karena ada perasaan pernah berada di posisi yang sama. Sementara empati bisa muncul bahkan walau belum pernah mengalami peristiwa seperti orang lain.
Perasaan empati pun umumnya tidak hanya sekadar pada pernyataan lisan saja, melainkan juga perilaku atau isyarat nonverbal.
Contoh empati adalah rasa duka yang dirasakan masyarakat dunia ketika terjadinya peristiwa Tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu. Tidak hanya menyampaikan rasa duka, mereka juga memberi bantuan untuk meringankan beban masyarakat setempat.
5. Motivasi
Motivasi merupakan acuan bagi seseorang untuk melakukan sesuatu demi mencapai tujuannya. Ketika ada individu atau sesuatu yang memberi pengaruh bagi diri orang lain, orang tersebut akan merefleksikan apa yang ia terima dan memilahnya sebagai motivasi untuk memberi semangat hidup
6. Identifikasi
Faktor interaksi sosial identifikasi umumnya muncul sebagai akibat dari sugesti dan imitasi.
Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan seseorang menjadi sama atau identik seperti orang lain. Di mana keinginan ini kemudian membantuk suatu kepriadian individu.
Demikian penjelasan mengenai berbagai faktor yang membentuk interaksi sosial di masyarakat. Semoga bermanfaat! (Ek)
