Konten dari Pengguna

Mengetahui Sifat dan Hakikat Sosiologi dalam Ilmu Pengetahuan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi : Sifat dan Hakikat Sosiologi. Sumber : Kaique Rocha/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi : Sifat dan Hakikat Sosiologi. Sumber : Kaique Rocha/Pexels.com

Sifat dan hakikat sosiologi adalah ilmu yang membahas tentang berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Sosiologi dalam ilmu pengetahuan, yakni mempelajari gejala yang umum di setiap interaksi antar manusia.

Untuk lebih memahami tentang sifat dan hakikat sosiologi dalam ilmu pengetahuan, mari simak pembahasannya di sini.

Mengenal Sifat dan Hakikat Sosiologi

Ilustrasi : Sifat dan Hakikat Sosiologi. Sumber : Amine M'siouri/pexels.com

Ilmu sosiologi merupakan ilmu yang berbicara tentang masyarakat. Dalam hal ini, sosiologi memfokuskan diri pada hubungan antarmanusia dan proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut.

Masyarakat sebagai objek studi sosiologi sendiri merujuk pada sejumlah manusia yang sudah sekian lama hidup bersama. Di mana mereka mampu menciptakan berbagai peraturan pergaulan hidup sehingga bisa membentuk kebudayaan.

Penempatan sosiologi sebagai sebuah ilmu pertama kali diterapkan oleh Emile Durhkeim. Menurutnya, sosiologi mempunyai objek kajian yang jelas yakni fakta sosial.

Misalnya, setiap orang harus menghormati orang yang lebih tua dan mengucapkan salam ketika bertemu orang lain.

Kun Maryati dan Juju Suryawati dalam buku berjudul Sosiologi-Jilid 1 menjelaskan bahwa sifat sosiologi dalam ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut.

1. Empiris

Sosiologi dalam menjalankan kajian tentang masyarakat berdasarkan kepada hasil observasi, tidak spekulatif, dan hanya memakai akal sehat.

2. Teoritis

Soosiologi berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi sendiri merupakan kerangka dari unsur-unsur yang diperoleh di dalam observasi, disusun secara logis, dan mempunyai tujuan menjelaskan hubungan sebab dan akibat.

3. Non-etis

Sosiologi bukan bertujuan untuk mencari baik atau buruknya suatu fakta, namun menjelaskan fakta-fakta tersebut secara analitis. Itulah kenapa para sosiolog tidak pernah mempergunjingkan baik atau buruknya tingkah laku sosial dalam suatu masyarakat.

4. Kumulatif

Teori-teori dalam sosiologi dibentuk berdasarkan dengan teori-teori yang sudah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas, serta memperhalus teori-teori lama.

Sementara hakikat sosiologi dalam ilmu pengetahuan adalah usaha dalam mengkaji kehidupan sosial manusia, terutama mengenai segala tindakan, baik yang dilakukan secara individual atau kelompok maupun lazim atau tidak lazim.

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa sifat dan hakikat sosiologi dalam ilmu pengetahuan merupakan studi sistematis yang berkaitan dengan:

  1. Perilaku sosial dari individu-individu.

  2. Cara kerja kelompok sosial, organisasi, masyarakat, hingga kebudayaan.

  3. Pengaruh dari kelompok, organisasi, masyarakat, dan kebudayaan terhadap perilaku individu serta kelompok.

Demikianlah penjelasan tentang sifat dan hakikat sosiologi yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (Ek)