Mengetahui Tujuan Jong Islamieten Bond dan Tokoh-tokohnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jong Islamieten Bond dikenal juga sebagai Perhimpunan Pemuda Islam merupakan organisasi perhimpunan para pemuda dan pelajar Islam Hindia Belanda.
Menurut tokoh pendirinya, tujuan Jong Islamieten Bond salah satunya mempelajari agama Islam. Jong Islamieten Bond sendiri berdiri di Batavia.
Bagaimana sejarah, tujuan, dan siapa saja tokoh-tokohnya? Simak dalam penjelasan berikut!
Sejarah Jong Islamieten Bond
Pdt. Dr. Jan S. Aritonang dalam buku berjudul Sejarah Perjuangan Kristen dan Islam di Indonesia menjelaskan bahwa Jong Islamieten Bond atau JIB merupakan salah satu organisasi Islam.
Organisasi ini sangat percaya diri dan begitu gigih mengecam kalangan Kristen dan memperlihatkan sikap anti-Kristen lewat Volksraad serta lewat berbagai publikasi, seperti majalah Het Licht.
JIB sendiri didirikan pada 1 Januari 1925 dan yang memprakarsai adalah Sjamsuridjal dan Wiwoho Purbohadidjojo. Pendirian organisasi ini bermula dari keprihatinan mereka, yang selanjutnya di dukung oleh H. Agus Salim.
Mereka prihatin tentang kurangnya perhatian kaum muda Islam. Utamanya, yang menikmati pendidikan dengan gaya Barat kepada agama mereka.
Selain itu, kurangnya perhatian Jong Java (yakni, salah satu organisasi pemuda yang terbentuk pada awal abad ke-20) terhadap pembinaan kerohanian untuk anggota-anggota yang beragama Islam.
Untuk memanggil pemuda dan pemudi Islam kembali kepada Islam maka Jong Java, sesuai pernyataan dari Sjamsuridjal, sebaiknya memberikan suatu pelayanan kursus Islam untuk mereka.
Namun, usulan ini ditolak lewat pemungutan suara. Jadi, Sjamsuridjal, Wiwoho Purbohadidjojo, dan sejumlah orang memilih keluar dari Jong Java.
Kemudian, mereka mendirikan JIB dan mengangkat H. Agus Salim, yakni seorang tokoh dari SI (Sarekat Islam) dan tokoh Islam senior, menjadi penasihat.
Tujuan Berdirinya Jong Islamieten Bond
Tujuan pendirian JIB, yaitu:
Memajukan pengetahuan tentang Islam.
Hidup secara Islam dan persaudaraan juga secara Islam.
Dengan demikian, JIB mampu menjelma sebagai suatu wadah dalam mendidik dasar keislaman agar semakin kokoh.
JIB tidak melakukan pergerakan dalam bidang politik, tetapi membolehkan anggota mereka untuk ikut terlibat dalam banyak gerakan politik yang marak waktu itu.
Tokoh Berdirinya Jong Islamieten Bond
Inilah tokoh di balik berdirinya Jong Islamieten Bond, diantaranya:
Sjamsuridjal, yaitu tokoh politisi Indonesia dan pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta, Surakarta, dan Bandung pada masa itu.
Agus Salim, yaitu seorang ulama juga pendiri Muhammadiyah.
Hos Cokroaminoto, yaitu salah satu pemimpin organisasi Islam pertama di Indonesia, yakni Sarekat Islam.
Demikianlah penjelasan tentang Jong Islamieten Bond yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (Ek)
