Konten dari Pengguna

Mengulik Sejarah Nama Kota Tahu sebagai Julukan Kota Kediri

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Julukan Kota Kediri. Sumber: Polina Tankilevitch/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Julukan Kota Kediri. Sumber: Polina Tankilevitch/pexels.com

Kota Kediri di Jawa Timur terkenal sebagai kota penghasil rokok paling besar di Indonesia. Bukan hanya itu saja, sebutan Kota Tahu sebagai julukan Kota Kediri juga melekat sampai sekarang.

Julukan Kota Tahu ini tentunya tidak terlepas dari sejarahnya yang menarik. Penasaran? Simak penjelasan berikut!

Sejarah Kota Kediri sebagai Kota Tahu

Ilustrasi: Julukan Kota Kediri. Sumber: Rizknas/Pexels.com

Alfiatu Solikah dalam buku berjudul Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran pada Sekolah Unggulan menjelaskan bahwa Kota Kediri banyak ditemui tahu kuning.

Tahu kuning ini adalah oleh-oleh kuliner paling terkenal yang sering diburu para wisatawan ketika berkunjung atau melewati Kota Kediri. Sebutan lain untuk tahu kuning Kediri adalah tahu takwa. Tahu ini mempunyai ciri khas, yakni teksturnya kenyal dan padat.

Di Kediri banyak sekali sentra produk tahu dan telah ada sejak migrasi besar-besaran masyarakat Tionghoa di tahun 1900-an. Dari beberapa orang yang datang ke Kediri, tiga diantaranya menjadi pelopor pembuatan tahu, yakni Bah Kacung, Liem Ga Moy, serta Kaou Loung.

Misalnya, salah satu dari ketiga imigran tersebut, Lauw Soen Hok atau Bah Kacung, mulai merintis usaha produksi tahu di tahun 1912. Sampai sekarang, penerus dari ketiga orang tersebut terus mempertahankan usaha tahu yang telah dirintis oleh leluhurnya.

Setelah berjalannya waktu, industri tahu di Kediri terus bertambah dan berkembang. Produksi tahu kebanyakan ada di Kelurahan Pocanan, Jagalan, Bawang, Pekalan, serta Tinalan.

Alhasil, saking banyaknya sentra produksi tahu, lokasi tersebut dijadikan sebagai Kampung Tahu. Saat ini, telah menjadi wisata edukasi untuk mengetahui proses pembuatan tahu yang ada di Kota Kediri.

Hingga sekarang, setidaknya 20 merek tahu kuning telah ada di Kota Kediri dan semuanya dikelola serta dijalankan oleh WNI dari keturunan Cina. Para produsen tersebut mengaku sebagai anak dari keturunan tiga tokoh pencetus produksi tahu di Kota Kediri tersebut.

Kini, tahu bukan hanya dijual dalam bentuk mentah, namun lebih bervariasi sehingga produk olahan tahu semakin inovatif. Misalnya, masyarakat mengubah tahu menjadi olahan tahu walik, stik tahu, coklat tahu, serta banyak lagi olahan tahu yang lain.

Lebih menariknya lagi, produksi tahu asli Kota Kediri bisa dengan mudah masyarakat temukan. Mulai di pasar, swalayan, bahkan olahan tahu Kediri ini bisa juga dibeli secara online.

Penasaran tentang rasanya? Maka dari itu, jangan lupa membeli oleh-oleh ini ketika berkunjung ke Kota Kediri! Semoga bermanfaat! (EK)