Mengupas Sejarah dan Isi Perjanjian Versailles 1919

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isi Perjanjian Versailles salah satunya adalah pembatasan kekuatan militer Jerman. Perjanjian ini mulai berlaku pada 10 Januari 1920 sekaligus mengakhiri Perang Dunia I secara resmi. Perancang Perjanjian Versailles didominasi pemimpin negara yang berjuluk The Big Four.
Mereka adalah Georges Clemenceau dari Perancis, David Lloyd George dari Inggris, Vittorio Orlando dari Italia, serta Woodrow Wilson dari AS.
Perancangan dilakukan dalam Konferensi Perdamaian Paris musim semi tahun 1919. Lantas, apa saja isi Perjanjian Versailles dan bagaimana sejarahnya? Berikut penjelasannya.
Pelajari Isi Perjanjian Versailles dan Sejarah Singkatnya
Dalam situs kemdikbud.go.id, dikatakan jika isi Perjanjian Versailles sangat merugikan pihak Jerman. Salah satu penyebabnya ialah Jerman yang merasa telah ditipu karena seharusnya isi perjanjian tersebut berdasarkan 14 poin yang sudah dirumuskan oleh Woodrow Wilson.
Namun, kemudian The Big Four tidak menyetujuinya sehingga kemudian merumuskan beberapa klausul baru yang dinilai menimbulkan kerugian besar bagi Jerman.
1. Isi Perjanjian Versailles
Inilah isi Perjanjian Versailles yang dianggap Jerman tidak adil:
Pembatasan kekuatan militer Jerman
Jerman menyerahkan wilayah Alsace-Lorraine kepada Perancis
Jerman menyerahkan wilayah Eupen dan Malmedy kepada Belgia
Sekutu mengambil alih seluruh wilayah jajahan Jerman
Jerman harus membayar ganti rugi perang
Pelabuhan Danzig berada di bawah pengawasan Liga Bangsa-bangsa.
2. Kerugian Jerman Akibat Perjanjian Versailles
Sementara itu, kerugian yang diderita Jerman akibat Perjanjian Versailles semakin besar.
Bukan hanya harus menanggung reparasi perang yang jumlahnya mencapai 20 miliar Goldmark atau saat itu senilai 7.000 ton emas, tetapi juga wajib membayar berbagai biaya kerugian perang yang jumlahnya ditentukan kemudian sebab tidak mungkin untuk menghitungnya ketika perjanjian tengah disusun.
Selanjutnya, wakil-wakil dari Jerman pun tidak memperoleh jatah berbicara dan hanya diizinkan menandatangani perjanjian yang sudah disusun oleh sekutu hingga Jerman akhirnya harus memikul tanggung jawab penuh sebagai penyebab perang dan mengganti kerugian perang sebanyak 132 miliar Mark.
Di samping kerugian materi, Jerman juga dituntut untuk menyerahkan wilayah kekuasaannya. Termasuk beberapa jajahan yang ada di Afrika.
Lalu kawasan Elsass-Lothringen diserahkan ke Perancis, dan Prusia barat sebagian besar diserahkan pada Polandia. Akibat perjanjian ini pula wilayah serta populasi Jerman berkurang sekitar 10 persen. (DN)
