Menilik Latar Belakang Kabinet Djuanda Tahun 1957-1959

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap kabinet yang pernah menjalankan pemerintahan umumnya selalu mempunyai latar belakang, termasuk Kabinet Djuanda tahun 1957 – 1959. Salah satu latar belakang Kabinet Djuanda berdiri pada masa itu adalah terjadinya krisis politik.
Kondisi tersebut diperburuk dengan jatuhnya Kabinet Ali yang membuat partai politik melakukan politik “dagang sapi” untuk merebut kedudukan. Oleh karena itu, Presiden Soekarno mengambil menunjuk Ir. Djuanda untuk membentuk kabinet baru.
Latar Belakang Kabinet Djuanda
Kabinet Djuanda merupakan salah satu masa pemerintahan yang pernah terjadi di Indonesia. Ada banyak hal yang menjadi latar belakang Kabinet Djuanda tahun 1957-1959, salah satunya adalah persidangan Konstituante.
Mengutip dari buku Sejarah: SMA Kelas XII karya Mustopo (2005: 129), Konstituante yang telah melakukan persidangan selama lebih satu tahun belum juga berhasil menyusun Undang-Undang Dasar baru pengganti UUDS 1950.
Kondisi tersebut menambah hangat krisis politik di dalam negeri. Mengutip dari buku yang sama, Mustopo (2005: 129) menjelaskan bahwa terbentuknya dewan-dewan militer di daerah-daerah yang menentang membuat situasi semakin gawat.
Pada masa itu, yakni satu hari sebelum Kabinet Ali menyerahkan mandat, presiden menyatakan bahwa negara dalam keadaan bahaya. Setelah Kabinet Ali jatuh, kondisi Indonesia pada masa itu semakin keruh sebab partai politik melakukan politik “dagang sapi”.
Tujuan dari politik tersebut adalah merebut kedudukan. Rangkaian situasi dan kondisi yang terjadi akhirnya membuat Presiden Soekarno menunjuk Ir. Djuanda yang nonpartai untuk membentuk kabinet baru.
Pancakarya: Program Kerja Kabinet Djuanda
Kabinet Djuanda pun akhirnya resmi terbentuk pada 9 April 1957. Ketika Kabinet Djuanda berdiri, kabinet tersebut harus menghadapi berbagai persoalan negara yang berat. Beberapa di antaranya yaitu:
Pergolakan di berbagai daerah
Melanjutkan perjuangan pengembalian Irian Barat
Keadaan ekonomi yang buruk
Guna mengatasi masalah tersebut, Kabinet Djuanda pun membuat program kerja yang disebut dengan Pancakarya. Mengutip dari buku Sejarah 3 SMP Kelas IX, Kurnia dan Suryana (2007: 84), isi program Pancakarya, yaitu:
Membentuk Dewan Nasional
Normalisasi keadaan republik
Melancarkan pelaksanaan pembatalan KMB
Perjuangan Irian Barat
Mempergiat pembangunan
Demikian dapat diketahui bahwa ada banyak hal yang menjadi latar belakang Kabinet Djuanda tahun 1957-1959. Salah satu kondisi yang melatarbelakangi terbentuknya kabinet tersebut adalah krisis politik yang membuat situasi menjadi gawat. (AA)
