Konten dari Pengguna

Menyimak Kisah Sejarah Penjajahan Inggris di Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Penjajahan Inggris di Indonesia. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Penjajahan Inggris di Indonesia. Sumber: Unsplash

Sejarah penjajahan Inggris di Indonesia adalah kisah yang harus dipahami seluruh anak bangsa karena memberi banyak pengaruh hingga kini.

Dikutip dari buku Sejarah oleh Prof. Dr. M. Habib Mustopo, dkk., sejak tahun 1806, Inggris terus berusaha menggeser kekuasaan Belanda di Nusantara. Usaha tersebut meraih puncaknya pada tahun 1810 dan sebuah serangan luar biasa terjadi di tahun 1811.

Perjanjian Tuntang

Ilustrasi Sejarah Penjajahan Inggris di Indonesia. Sumber: Unsplash

Inggris yang ketika itu berada dibawah pimpinan Thomas Stamford Raffles merebut semua kekuasaan Belanda di Indonesia dengan terjadinya Perjanjian Tuntang.

Perjanjian tersebut dilakukan pada tanggal 18 September 1811 dengan isi sebagai berikut:

  1. Belanda menyerahkan kekuasaan atas Indonesia pada Inggris di Kalkuta, India.

  2. Seluruh tentara Belanda menjadi tawanan perang bagi Inggris.

  3. Orang Belanda akan dipekerjakan pemerintahan Inggris.

  4. Hutang Belanda bukan tanggungan Inggris.

  5. Raffles memberi kesempatan untuk berdagang bebas bagi rakyat Indonesia.

Kebijakan Pemerintah

Raffles memberi negosiasi perdamaian serta berbagai operasi militer pada sejumlah penguasa lokal yang dirasa menentang Inggris. Salah satu pelaksanaan operasi militer terjadi saat Raffles memerintahkan serangan ke daerah Yogyakarta pada 21 Juni 1812.

Saat itu, Keraton Yogyakarta adalah salah satu kerajaan lokal paling kuat di Pulau Jawa. Akibat serangan tersebut, keraton rusak parah.

Pembagian Keresidenan

Inggris membagi Jawa menjadi 16 keresidenan. Kebijakan tersebut diambil supaya pengawasan Inggris lebih mudah dilakukan. Adapun pembagiannya, yaitu:

  1. Keresidenan Banten.

  2. Keresidenan Banyumas.

  3. Keresidenan Besuki.

  4. Keresidenan Bogor.

  5. Keresidenan Cirebon.

  6. Keresidenan Jakarta.

  7. Keresidenan Karawang.

  8. Keresidenan Kediri.

  9. Keresidenan Kedu.

  10. Keresidenan Madiun.

  11. Keresidenan Medura.

  12. Keresidenan Pati.

  13. Keresidenan Priangan.

  14. Keresidenan Rembang.

  15. Keresidenan Semarang.

  16. Keresidenan Surakarta.

Prinsip Kebijakan

Raffles menjalankan reformasi massal demi mengubah sistem kolonial peninggalan Pemerintah Belanda. Berbagai kebijakan yang ia berlakukan memegang tiga prinsip, antara lain:

  1. Bentuk kerja rodi serta penyerahan harus dihapus dan diganti dengan penanaman bebas oleh rakyat.

  2. Peran bupati sebagai pemungut pajak dihapus dan dimasukkan menjadi bagian pemerintah kolonial.

  3. Dengan pandangan bahwa tanah adalah milik pemerintah, rakyat dianggap penyewa.

Nah, itulah sekilas pembahasan mengenai sejarah penjajahan Inggris di Indonesia yang harus diketahui sebagai bagian penting dari sejarah.(LAU)