Menyusuri Peristiwa Sejarah Akhir Pertempuran Surabaya Tahun 1945

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akhir Pertempuran Surabaya mengakibatkan jatuhnya banyak korban, baik itu korban luka-luka maupun korban meninggal. Selain menjatuhkan banyak korban, peristiwa di tahun 1945 itu juga menimbulkan pengungsian ke luar kota.
Penyebab terjadinya gelombang pengungsian adalah rakyat membutuhkan wilayah yang aman guna menghindari pertempuran tersebut. Layaknya pertempuran besar, Pertempuran Surabaya tentu sangat mengancam dan menakutkan bagi rakyat di masa itu.
Sejarah Pertempuran Surabaya Tahun 1945
Indonesia memang telah memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun, perjuangan bangsa Indonesia belum berakhir.
Setelah meraih kemerdekaan, bangsa Indonesia mendapat banyak serangan dari luar. Serangan demi serangan itu kemudian menimbulkan pertempuran di sejumlah wilayah Indonesia.
Salah satu wilayah tersebut adalah Surabaya. Mengutip dari buku IPS Terpadu 3A karya Pujiastuti, dkk. (2007: 72), Pertempuran Surabaya berawal dari mendaratnya pasukan Sekutu yang diboncengi oleh pasukan Belanda pada akhir Oktober 1945.
Semula, kedatangan tentara Sekutu itu diterima baik oleh masyarakat Surabaya. Namun, pada malam hari tanggal 26 Oktober 1945, Sekutu menyerang penjara Kalisosok.
Sekutu kemudian membebaskan Kolonel Huiyer yang merupakan perwira Belanda beserta tentara Belanda lainnya yang ditawan oleh Republik Indonesia. Selain itu, Sekutu juga menduduki sejumlah tempat penting di Surabaya.
Serangkaian kondisi buruk tersebut membuat rakyat menjadi geram dan melakukan perlawanan. Oleh karena itu, pertempuran pun terjadi.
Akhir Pertempuran Surabaya Tahun 1945
Pertempuran Surabaya terjadi setelah munculnya ultimatum dari pihak Sekutu. Mengutip dari buku Sejarah untuk SMP dan MTs karya Soeyono dan Sudarini (2008: 4), Mayor Jenderal Mansergh mengeluarkan ultimatum.
Ultimatum tersebut merupakan peringatan agar para pejuang Republik Indonesia menyerahkan diri serta senjatanya paling lambat pada tanggal 10 November 1945 pukul enam pagi. Rakyat Surabaya menjadi marah dan siap membuat pertahanan.
Pada 10 November 1945, pertempuran besar pun terjadi dan mengakibatkan gelombang pengungsian keluar kota. Selain itu, akhir Pertempuran Surabaya tahun 1945 itu menjatuhkan banyak korban, baik itu korban luka-luka maupun korban meninggal dunia. (AA)
