Konten dari Pengguna

Mitos Air Terjun Putuk Truno, Saksi Bisu Kisah Cinta Era Majapahit

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos Air Terjun Putuk Truno,Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Mitos Air Terjun Putuk Truno,Pexels/Pixabay

Mitos Air Terjun Putuk Truno menyimpan kisah cinta yang melegenda dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit.

Konon, tempat ini menjadi lokasi pelarian dua sejoli, seorang pangeran dan putri kerajaan yang cintanya terhalang oleh perbedaan status dan perintah politik.

Masyarakat sekitar percaya bahwa Air Terjun Putuk Truno memiliki kekuatan magis untuk mempererat cinta sejati dan menyucikan hati. Banyak pasangan yang datang untuk berdoa dan memohon restu hubungan mereka di tempat ini.

Mitos Air Terjun Putuk Truno

Mitos Air Terjun Putuk Truno,Pexels/Manuela Adler

Terdapat berbagai hal menarik tentang Air Terjun Putuk Truno. Inilah mitos Air Terjun Putuk Truno, yang merupakan saksi bisu kisah cinta era Majapahit berdasarkan tayangan YouTube Putuk Truno | Kupas Legenda Di Balik Cerita Air Terjun Putuk Truno dari channel Bejo Jowo.

Air Terjun Putuk Truno berada di Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Air terjun ini memiliki tinggi sekitar 45 m, dengan tebing alami dan kolam dangkal yang jernih

Nama “Putuk Truno” berasal dari kata Jawa untuk tempat tinggi yang (putuk) dan nama Pangeran Joko Truno, putra Sultan Hayam Wuruk dari kerajaan Majapahit. Mitos lokal menceritakan tentang cinta tragis dan sakral antara Joko Truno dan Sri Gading Lestari dari Madura.

Awalnya anak sang putri dilarang bertemu pria keturunan selir, sehingga Sri Gading diasingkan ke kawasan air terjun. Untuk kemanan lebih lanjut sang putri diberi pagar ilmu gaib.

Joko Truno, dengan kesaktiannya, bertapa dan menembus pagar spiritual. Akhirnya kesatuan cinta mereka menyatu dan mencapai moksa (pembebasan spiritual) di air terjun tersebut.

Masyarakat mempercayai bahwa berendam atau datang ke Putuk Truno bisa mendapatkan berkah cinta abadi. Mitos ini menjadikan air terjun Putuk Truno tempat favorit bagi pasangan dan pelaku ritual spiritual.

Pilar kayu atau petilasan di tebing teratas dijaga sebagai jejak sakral keberadaan Joko Truno dan Sri Gading. Lokasi air terjun ini juga mudah diakses, serta dilengkapi dengan shelter, mushola, dan selfie atau viewing deck.

Mitos air terjun Putuk Truno menjadi saksi bisu akhir dari kisah Joko Truno dan Sri Gading. Keindahan alam yang berpadu dengan legenda membuat air terjun ini menjadi destinasi spiritual yang sarat makna. (Fia)

Baca juga: Mitos Gunung Tambora sebagai Gunung yang Menelan Peradaban