Mitos Air Terjun Singokromo yang Belum Banyak Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Kabupaten Nganjuk ada air terjun indah dengan nama Air Terjun Singokromo. Masih ada sejumlah masyarakat yang mempercayai mitos Air Terjun Singokromo.
Dikutip dari situs nganjukkab.go.id, Air Terjun Singokromo merupakan salah satu objek wisata di Desa Ngliman yang menawarkan keindahan air terjun yang bisa digunakan untuk mandi.
Tempat ini juga cocok untuk berswafoto, dengan udara yang sejuk dan menyehatkan. Keasrian alam serta panorama yang indah membuat pengunjung betah dan mata dimanjakan oleh pemandangan sekitar.
Mitos Air Terjun Singokromo
Menurut cerita warga setempat, mitos Air Terjun Singokromo, yaitu air terjun ini dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit.
Mengutip dari situs journal.uinsgd.ac.id, awal mula ditemukan air terjun Singokromo yang merupakan sebuah jalur atau akses menuju ke pertapakaan sedepok.
Dimana pertapakaan sedepok ini adalah sebuah tempat di lereng gunung Wilis yang menjadi peninggalan Walisongo.
Konon para sesepuh Walisongo beberapa ratus tahun lalu menjadikan pertapakaan sedepok ini sebagai tempat diskusi untuk mensyiarkan agama Islam sehinggga dibangun masjid kecil. Sebab sering dilewati untuk melakukan ritual.
Air terjun ini memiliki kisah sejarah yang menarik. Konon, tempat tersebut dulunya menjadi lokasi berkumpulnya para singa saat musim kawin.
Nama Singokromo berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yakni "Singo" yang berarti singa, dan "Kromo" yang berarti menikah. Selain itu, ada juga versi lain yang menyebutkan bahwa air terjun ini menjadi lambang keberadaan leluhur Desa Ngliman.
Di desa tersebut terdapat dua makam Eyang Ageng Ngaliman, masing-masing berada di bagian timur dan barat. Makam di sebelah barat melambangkan Air Terjun Sedudo, sementara makam di sisi timur disimbolkan oleh Air Terjun Singokromo.
Disebutkan bahwa Singokromo adalah nama seseorang yang pernah menemukan serta melakukan pertapaan di area air terjun tersebut.
Pada tahun 2015, karang taruna Desa Ngliman mulai menyadari adanya potensi di lokasi itu yang bisa dikembangkan menjadi objek wisata. Demikianlah penjelasan mitos Air Terjun Singokromo. (IF)
Baca juga: Mitos Air Terjun Grojogan Sewu, Keindahan dan Kesegaran Alami di Karanganyar
