Konten dari Pengguna

Mitos Burung Perkutut Datang ke Rumah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Burung Perkutut Datang ke Rumah,Foto:Unplash/Chanan Greenblatt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Burung Perkutut Datang ke Rumah,Foto:Unplash/Chanan Greenblatt

Mitos burung perkutut datang ke rumah seringkali dikaitkan dengan pertanda khusus yang membawa makna mendalam dalam kepercayaan masyarakat Jawa dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Meski tak semua orang mempercayainya, mitos ini tetap hidup dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kearifan lokal yang sarat makna dan simbolisme budaya.

Mitos Burung Perkutut Datang ke Rumah yang Masih Dipercaya

Ilustrasi Mitos Burung Perkutut Datang ke Rumah,Foto:Unplash/Карина Низаметдинова

Mitos burung perkutut datang ke rumah seringkali dikaitkan dengan pertanda-pertanda tertentu dalam budaya masyarakat Jawa dan Nusantara.

Dalam masyarakat Jawa, burung perkutut diyakini memiliki energi gaib dan kekuatan simbolik. Tidak sedikit orang tua zaman dulu yang menyarankan anak lelakinya untuk memelihara perkutut sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Dikutip dari laman journal.isi-padangpanjang.ac.id, bukan hanya karena suara dan keindahannya, tapi karena makna yang terkandung dalam katuranggan dan ciri mathi burung tersebut.

Katuranggan adalah ilmu untuk membaca karakter dan potensi gaib seekor perkutut melalui ciri fisik dan tingkah lakunya.

Sementara itu, ciri mathi merupakan petunjuk spiritual yang dipercaya menunjukkan nasib dan peruntungan seseorang berdasarkan bentuk atau gerak-gerik burung tersebut.

Burung perkutut dengan katuranggan tertentu dipercaya memiliki titisan darah gaib. Mampu membawa pengaruh terhadap keberuntungan, rezeki, ketentraman rumah tangga, keharmonisan, hingga kenaikan derajat dan pangkat pemiliknya.

Ketika burung perkutut datang ke rumah secara tiba-tiba, terutama tanpa sebab yang jelas, masyarakat Jawa menganggapnya sebagai sebuah pertanda dari alam gaib.

Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa peristiwa ini dapat memiliki berbagai makna, tergantung pada perilaku burung tersebut.

Jika perkutut mendekati rumah dengan tenang atau bersuara lirih, hal ini dipercaya sebagai pertanda akan datangnya rezeki besar atau kabar baik.

Di sisi lain, banyak pula yang meyakini bahwa kehadiran burung perkutut bisa menjadi isyarat spiritual, sebagai perantara pesan dari leluhur atau makhluk halus, terutama jika burung tersebut enggan pergi dan bertahan dalam waktu yang lama.

Selain itu, sikap burung juga sering dihubungkan dengan kondisi rumah tangga pemilik rumah. Jika burung terlihat nyaman dan jinak, hal ini diyakini sebagai tanda keharmonisan dan ketenteraman.

Jika tampak gelisah, resah, atau menolak makanan, maka hal itu dianggap sebagai pertanda akan datangnya gangguan atau energi negatif yang perlu diwaspadai.

Dalam ajaran Jawa, seorang pria ideal harus memenuhi tujuh laku utama atau sapta brata, salah satunya adalah memelihara burung perkutut.

Ini bukan hanya tentang merawat hewan, tapi tentang membangun ketenangan batin, kesabaran, dan kemampuan membaca tanda-tanda alam.

Burung perkutut melambangkan keseimbangan antara dunia lahir dan batin, suara merdunya menjadi refleksi dari kedamaian hati, sementara katuranggan-nya menjadi pengingat akan pentingnya intuisi dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Mitos burung perkutut datang ke rumah tetap menjadi bagian dari warisan budaya yang menarik untuk direnungkan, meski zaman terus berubah dan cara pandang masyarakat semakin rasional.

Kepercayaan ini mencerminkan kedekatan manusia dengan alam serta kepekaan terhadap tanda-tanda yang dianggap memiliki makna tersendiri. (shr)

Baca juga: Mitos Telaga Ngebel dan Kepercayaan Masyarakat Lokal