Mitos Candi Kalasan yang Dipercaya Warga Sekitar

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Candi Kalasan merupakan salah satu peninggalan sejarah yang tak hanya menyimpan nilai arkeologis dan arsitektur, tetapi juga diliputi oleh berbagai mitos. Hingga saat ini, mitos Candi Kalasan masih banyak dipercaya warga sekitar.
Mengutip situs direktoribudaya.slemankab.go.id, Candi Kalasan yang memiliki corak Buddha dikaitkan dengan penemuan sebuah prasasti batu berbahasa Sanskerta dan beraksara Pranagari yang berasal dari tahun 778 Masehi.
Mitos Candi Kalasan
Meskipun banyak yang tidak tercatat secara resmi dalam sejarah, mitos masih tetap hidup dalam ingatan masyarakat dan menjadi bagian tidak terpisahkan dengan identitas budaya. Berikut adalah beberapa mitos Candi Kalasan.
1. Mitos Saat Bulan Purnama
Masyarakat sekitar Candi Kalasan mempercayai sebuah kisah turun-temurun bahwa setiap kali bulan purnama tiba, candi ini akan memancarkan cahaya lembut berwarna keperakan yang begitu memesona.
Pantulan tersebut diyakini berasal dari batu andesit yang digunakan dalam pembangunan candi, Batu tersebut mengandung unsur mineral tertentu sehingga dapat memantulkan cahaya dengan cara yang unik.
Namun, lebih dari sekadar fenomena alam, cahaya itu dipercaya sebagai wujud kehadiran spiritual Dewi Tara, dewi yang dipuja dalam ajaran Buddha Mahayana. Menurut kepercayaan, fenomena ini merupakan bentuk perlindungan dari sang dewi.
2. Mitos Putri Kaladhana
Di balik keanggunan Candi Kalasan, tersimpan kisah tragis tentang Putri Kaladhana, seorang bangsawan cantik dari Kerajaan Mataram Kuno. Ia dinikahkan dengan seorang pangeran dari Kerajaan Prambanan.
Malangnya, pada malam pertama, sang pangeran tiba-tiba wafat akibat penyakit jantung. Dalam situasi penuh duka dan kecurigaan, Putri Kaladhana menjadi sasaran amarah dan kecemburuan para bangsawan.
Ia pun dihukum secara kejam dengan dilempar ke dalam sebuah sumur tua. Di dalam sumur yang gelap dan sunyi itu, legenda menyebut bahwa sang putri bertemu dengan Dewi Tara. Dewi Tara kemudian memberinya anugerah untuk bereinkarnasi.
Demikianlah mitos Candi Kalasan yang banyak dipercaya warga. Terlepas dari benar atau tidaknya kisah-kisah tersebut, mitos-mitos ini memperkaya nilai budaya Candi Kalasan dan menjadikannya lebih dari sekadar bangunan kuno. (Nab)
Baca Juga: Mitos Candi Arjuna, Misteri Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
