Mitos Foto Bertiga yang Kerap Dianggap Menyeramkan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos foto bertiga yang kerap dianggap menyeramkan telah lama menjadi cerita yang menarik perhatian banyak orang.
Foto yang menampilkan tiga orang ini sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis dan pengalaman aneh yang sulit dijelaskan secara logika.
Kepercayaan terhadap mitos ini tersebar luas di berbagai kalangan, menimbulkan rasa penasaran sekaligus ketakutan bagi yang mendengarnya.
Mitos Foto Bertiga
Dikutip dari laman zanjabil.ac.id, mitos foto bertiga, terutama yang melibatkan tiga orang dalam satu gambar, telah lama menyebar dan dikenal luas di kalangan masyarakat Jawa serta beberapa daerah lain di Indonesia.
Kepercayaan ini bukan hanya sebatas cerita kosong, melainkan sudah menjadi bagian dari tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam mitos tersebut, orang yang berdiri atau duduk di posisi tengah pada foto dipercaya akan mengalami nasib buruk.
Bahkan, dalam banyak versi cerita, orang yang berada di tengah dikatakan akan menghadapi musibah serius, seperti kecelakaan atau kematian dalam waktu dekat setelah foto diambil.
Hal ini menimbulkan rasa takut dan kehati-hatian bagi sebagian orang yang ingin berfoto bertiga.
Selain itu, mitos foto bertiga juga sering dikaitkan dengan kehadiran makhluk gaib atau roh halus yang diduga ikut muncul dalam gambar.
Beberapa orang percaya bahwa ketika mengambil foto bertiga, terutama di waktu atau tempat tertentu, bisa memicu kemunculan entitas supernatural yang tidak terlihat secara kasat mata.
Makhluk halus ini dipercaya dapat menimbulkan berbagai kesialan atau gangguan bagi orang-orang yang ada dalam foto tersebut.
Karena alasan inilah, mitos ini menjadi semakin kuat dan membuat banyak orang merasa was-was atau bahkan menghindari mengambil foto dengan jumlah tiga orang.
Kepercayaan semacam ini memang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, namun pengaruhnya cukup besar dalam budaya dan pola pikir masyarakat.
Mitos foto bertiga ini menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi dan kepercayaan lokal dapat membentuk pandangan serta tingkah laku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi sebagian masyarakat, cerita tentang foto bertiga bukan sekadar mitos biasa, melainkan sebuah peringatan yang harus diwaspadai agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Bahkan, ada yang sampai menghindari posisi tengah dalam foto atau memilih untuk tidak berfoto bertiga sama sekali demi menghindari kemungkinan buruk yang diyakini terkait mitos ini.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kepercayaan dan mitos yang berasal dari budaya lokal masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Walaupun zaman semakin modern dan teknologi semakin berkembang, cerita-cerita seperti mitos foto bertiga tetap hidup dan terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini menandakan bahwa selain aspek logika dan ilmu pengetahuan.
Unsur kepercayaan dan budaya tradisional masih memengaruhi cara pandang dan sikap banyak orang terhadap berbagai hal, termasuk hal yang tampak sederhana seperti berfoto bersama. (DANI)
Baca juga: Sejarah Itikaf dan Waktu Pelaksanaannya
