Mitos Gunung Aseupan, Konon Jadi Tempat Pertapaan Para Leluhur

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos Gunung Aseupan masih dipercaya oleh pendaki dan masyarakat lokal di Pandeglang, Banten.
Gunung setinggi 1.174 meter itu disebut memiliki jalur pendakian yang rapat dan jarang dilalui, membuatnya terasa sunyi dan penuh misteri.
Meski tidak setinggi gunung populer, aura mistisnya membuat banyak orang mempertanyakannya sebelum memutuskan untuk mendaki.
Mitos Gunung Aseupan
Mitos Gunung Aseupan kerap dikaitkan dengan keberadaan entitas gaib dan makam tanpa nama di puncak, dipercaya sebagai tempat pertapaan leluhur dan penjaga spiritual kawasan tersebut.
Banyak yang menceritakan sosok wanita misterius atau kuntilanak yang muncul di tengah kabut tebal dan rimbunnya hutan seluas lebih dari 8.000 hektare.
Pendaki yang mengaku mengalami pengalaman gaib menyebut ada penampakan sosok halus di jalur sempit. Ketika kembali, wajahnya pucat dan langkahnya seperti membawa beban batin yang berat.
Makam tua tanpa nama yang terawat di puncak bagian atas menegaskan kepercayaan bahwa Gunung Aseupan adalah tempat spiritual yang sakral.
Selain mitos yang mistis, gunung ini dahulu menjadi tempat perlindungan dan pertapaan leluhur serta pusat aktivitas gerakan Darul Islam pasca kemerdekaan.
Keberadaan situs-situs megalitik sekitar lereng Aseupan juga menunjukkan bahwa penduduk kuno di daerah ini menggunakan gunung sebagai tempat spiritual untuk doa dan semedi.
Mengutip laman dmi-journals.org, tidak ada larangan mendaki Gunung Aseupan, hanya ada syarat-syarat saja, seperti jangan pergi sendiri, berdua, atau bertiga, intinya harus banyakan, jangan pergi malam-malam, dan harus berdoa terlebih dulu.
Selain itu, flora khas seperti kantong semar turut mendukung kekayaan ekosistem yang jarang disentuh, membuat jalur pendakian tetap alami dan mistis.
Jalur pendakian yang sempit, curam, dan rimbun memerlukan perlengkapan khusus, pakaian panjang, sarung tangan, bahkan golok untuk membuka semak belukar.
Legenda leluhur di Gunung Aseupan menyebutkan bahwa para tetua menggunakan gunung ini sebagai tempat menyepi dan memohon petunjuk ilahi. Lokasi dekat mata air, hutan lebat, dan jalur sunyi menjadi lingkungan paling tepat untuk mencapai ketenangan batin.
Mitos Gunung Aseupan bukan hanya kisah horornya, melainkan kesatuan antara kepercayaan leluhur, adat spiritual, dan situasi geografis yang menawan sekaligus menantang.
Makam misterius, sosok kuntilanak, dan keterkaitan dengan situs pertapaan leluhur menjadikan Gunung Aseupan tidak hanya sebagai destinasi alam, tetapi juga ruang spiritual yang sarat makna. (Rahma)
Baca juga: 10 Pantangan Naik Gunung Prau Menurut Mitos dan Etika Pendaki
