Konten dari Pengguna

Mitos Gunung Batu Jonggol dan Keindahan Alamnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos Gunung Batu Jonggol,unsplash/Hamzah Hanafi
zoom-in-whitePerbesar
Mitos Gunung Batu Jonggol,unsplash/Hamzah Hanafi

Mitos Gunung Batu Jonggol adalah salah satu kepercayaan masyarakat yang ada di Indonesia. Gunung Batu Jonggol yang terletak di Bogor, Jawa Barat, merupakan salah satu destinasi favorit bagi pendaki pemula dan pecinta alam.

Selain menawarkan pemandangan memukau dari puncaknya, gunung ini juga menyimpan berbagai mitos dan cerita rakyat yang menarik untuk ditelusuri. Banyak warga setempat yang percaya bahwa Gunung Batu Jonggol memiliki aura mistis.

Mitos Gunung Batu Jonggol dan Keindahannya

Mitos Gunung Batu Jonggol,unsplash/Mario La Pergola

Terdapat berbagai hal menarik dalam Gunung Batu Jonggol. Berikut adalah mitos Gunung Batu Jonggol berdasarkan tayangan YouTube Misteri Asal Usul Gunung Batu Jonggol Bogor - Pertarungan Siluman Kura-Kura dan Ular Raksasa dari channel Borin Vlog.

Gunung Batu Jonggol terletak di Sukamakmur (dulunya Jonggol), Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 875 mdpl.

Meskipun tingginya sedang, gunung ini memikat para pendaki dan peneliti karena punggung bukitnya yang curam dan fitur geologisnya yang seperti roller coaster. Secara geologis, gunung ini terdiri dari batuan vulkanik dan lereng tanah.

Lereng Gunung Batu Jonggol menciptakan sirip dramatis dan pendakian hampir vertikal. Keunikan gunung ini mengingatkan pada formasi Matterhorn yang diperkecil.

Asal muasal daerah gunung batu jonggol ini konon pada zaman dahulu kala hidup kura-kura raksasa dan ular besar. Terjadilah pertempuran di antara keduanya sampai menyebabkan salah satu dari mereka mati.

Kura-kura raksasa itu dililit ular besar sampai mereka berdua terkubur dan menjadi Gunung Batu. Kisah itu hingga hari ini masih berlanjut. Bagi beberapa orang yang menerawang bisa melihat kedua binatang raksasa ini masih bertarung dalam wujud siluman.

Konon mereka akan bertarung sampai salah satu dari mereka ada yang kalah atau mati. Selain legenda pertarungan kura-kura dan ular tersebut di gunung batu jonggol ini terdapat hewan langka yang erat kaitannya dengan cerita rakyat di Jawa Barat yaitu Lutung Kasarung.

Terdapat banyak primata Lutung Kasarung yang tinggal di Gunung Batu Jonggol. Konon menurut cerita primata Lutung Kasarung yang hingga kini bermukim di gunung batu jonggol merupakan keturunan dari pangeran tampan bernama Sang Hyang guru Minda.

Sang Hyang guru Minda dihukum dengan dibuang ke bumi karena melakukan kesalahan di Kahyangan dalam wujud seekor lutung. Lutung Kasarung dalam bahasa Sunda berarti lutung yang tersesat.

Lutung adalah sejenis kera dengan bulu lebat berwarna hitam legam dengan ekor yang panjang. Cerita Lutung Kasarung dikaitkan dengan seorang putri dari kerajaan pasir batang bernama Putri Purbasari.

Secara lokal Gunung Batu Jonggol dijuluki "gunung kecil yang menantang". Batu Jonggol memiliki pendakian yang sangat curam mendekati 60–90°.

Garis punggung bukit yang sempit, dan permukaan batu yang membutuhkan bantuan tali. Sebagian besar pendaki memulai pendakian pada ketinggian sekitar 200 m dari tempat perkemahan.

Pendaki akan mencapai puncak dalam waktu sekitar 45–120 menit, tergantung pada kebugaran dan kehati-hatian. Pendaki dapat melihat hamparan sawah yang subur, puncak gunung berapi yang jauh seperti Gunung Gede Pangrango, dan matahari terbit mulai pukul 4–5 pagi.

Lereng bukit tengah dihiasi dengan padang rumput dan semak-semak yang tersebar. Wilayah yang lebih rendah mendukung pertanian kecil dan zona hutan yang ringan. Satwa liar termasuk monyet lutung hitam sering terlihat di dekat tempat perkemahan.

Kisah mitos Gunung Batu Jonggol merupakan perpaduan mencolok antara geologi yang kasar, keanekaragaman hayati yang kaya, dan mistisisme lokal.

Punggungannya yang dramatis dan pemandangan puncaknya menawarkan intrik ilmiah dan daya tarik lintas budaya. (Fia)

Baca juga: Mitos Gunung Kawi yang Masih Diyakini hingga Kini