Mitos Gunung Rinjani yang Diyakini Masyarakat Setempat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos Gunung Rinjani merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat di sekitar wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Gunung ini tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena cerita-cerita mistis yang menyelimuti keberadaannya. Banyak pelancong dan pendaki yang penasaran dengan kisah-kisah spiritual yang mengiringi setiap langkah menuju puncaknya.
Mengutip situs indonesia.go.id, Gunung Rinjani setinggi 3.726 mdpl terletak di Pulau Lombok, NTB, dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional seluas 41.330 hektare.
Mitos Gunung Rinjani
Apa saja mitos Gunung Rinjani? Masyarakat setempat, khususnya suku Sasak di Lombok, meyakini Gunung Rinjani sebagai tempat yang sangat sakral dan penuh dengan mitos yang diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu mitos paling terkenal adalah kepercayaan bahwa Gunung Rinjani merupakan tempat tinggal Dewi Anjani, sosok perempuan yang dianggap sebagai ratu para jin dan roh halus penjaga gunung tersebut.
Menurut legenda, Dewi Anjani adalah putri dari seorang raja dan peri, sehingga memiliki kekuatan magis dan dihormati sebagai pelindung alam Gunung Rinjani beserta danau Segara Anak yang berada di kawahnya.
Pendaki yang ingin menaklukkan puncak Rinjani sering diingatkan untuk menjaga perilaku dan tidak merusak alam, karena dipercaya dapat mengganggu Dewi Anjani dan makhluk halus yang tinggal di sana.
Selain sosok Dewi Anjani, mitos lain yang diyakini masyarakat adalah keberadaan istana jin di kawasan kawah gunung, tepatnya di Segara Muncar.
Istana ini, menurut cerita, hanya dapat terlihat pada waktu-waktu tertentu dan dipercaya sebagai pusat kekuatan gaib di Gunung Rinjani. Masyarakat juga percaya bahwa puncak asli Gunung Rinjani dilindungi dan tidak dapat disentuh oleh makhluk biasa.
Ada pula kepercayaan bahwa Danau Segara Anak memiliki kekuatan mistis terkait umur seseorang. Jika danau terlihat luas, itu pertanda umur panjang, sedangkan jika terlihat sempit, diyakini sebagai pertanda usia yang tidak lama lagi.
Mitos lain yang tak kalah menarik adalah larangan berpikiran atau berbicara negatif selama berada di kawasan Rinjani.
Masyarakat percaya bahwa hal-hal negatif yang dipikirkan atau diucapkan bisa menjadi kenyataan, sehingga pendaki diharapkan selalu menjaga pikiran dan niat baik.
Selain itu, ada keyakinan bahwa pendaki yang hilang di Rinjani sebenarnya tidak benar-benar menghilang, melainkan tersesat di dunia jin, terperangkap di dimensi lain yang tak kasatmata.
Kisah-kisah mistis ini tidak hanya membentuk aura magis Gunung Rinjani, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya dan spiritual masyarakat Lombok.
Mitos Gunung Rinjani bukan sekadar cerita pengisi waktu, tetapi mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam yang sarat makna. (Fikah)
Baca juga: Mitos Gunung Ungaran dan Pariwisatanya
