Mitos Gunung Rowo Pati dan Keindahan Pariwisata di Sekitarnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gunung Rowo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dikenal dengan danau buatan yang indah serta suasana alam yang menenangkan. Namun, di balik pesonanya, tersimpan mitos Gunung Rowo Pati yang telah hidup dalam tradisi lisan masyarakat sekitar.
Mitos ini berkaitan dengan legenda ular yang menjadi penunggu danau. Kepercayaan ini menambah nuansa mistis dan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Kawasan wisata Gunung Rowo juga menawarkan panorama alam yang memikat para wisatawan.
Mitos Gunung Rowo Pati
Terdapat berbagai hal menarik dalam keindahan Gunung Rowo Pati. Berikut adalah mitos Gunung Rowo Pati dan keindahan pariwisata di sekitarnya berdasarkan situs web tic.patikab.go.id.
Konon, sebelum waduk dibangun, di lokasi tersebut hidup seekor ular gaib. Masyarakat setempat mengatakan Bupati Pati menyelenggarakan sayembara untuk menumpasnya. Sayembara tersebut akhirnya dimenangkan oleh Raden Moro Kesumo.
Raden Moro Kesumo memasukkan ular ke dalam kurungan lalu menikamnya hingga mati di dalam. Setelah mati muncul ular-ular kecil di tanah yang akhirnya berubah menjadi padi yang tumbuh subur.
Penduduk sekitar akhirnya menamakan daerah itu dengan nama "Rowo". Selain itu terdapat cerita mengenai pembangunan waduk yang membutuhkan tumbal berupa pekerja pribumi yang dikubur hidup-hidup dalam konstruksi.
Meskipun tidak terbukti secara historis, mitos ini menambah aura mistis dan rasa penasaran pengunjung. Masyarakat juga menyebutkan terdapat penampakan ular berbadan manusia di sekitar waduk.
Waduk seluas 320 ha ini terletak di lembah lereng Gunung Muria dan dikelilingi perbukitan hijau dari Pegunungan Kendeng. Penampakan ini menciptakan panorama spektakuler terutama saat senja ketika permukaan air memantulkan siluet gunung dan langit jingga.
Waduk ini dibangun Belanda pada tahun 1918–1925. Pembangunan waduk berfungsi sebagai irigasi yang dapat mengairi hingga 10.000 ha sawah dan mendukung penanggulangan banjir.
Kini, waduk dimanfaatkan sebagai destinasi wisata. Pengunjung dapat menikmati fasilita berupa spot foto, perahu wisata, area untuk memancing ikan, gazebo, area parkir, toilet, serta Ekses pariwisata lokal untuk camping dan kegiatan komunitas seperti Pramuka
Habitat alami waduk menjadi tempat bagi burung air seperti bangau, kuntul, blekok. Adanya hewan-hewan ini sangat menarik bagi pengamat burung dan pengunjung yang ingin menikmati suasana alam.
Mitos Gunung Rowo Pati memadukan cerita mistis seperti ular gaib, tumbal manusia, atau ular kepala manusia dengan keindahan alam khas pegunungan dan waduk besar. Mitos ini menjadi sensasi horor lokal yang memperkaya teka-teki seputar Waduk Gunung Rowo. (Fia)
Baca juga: Mitos Mencium Bau Bangkai yang Dipercaya Banyak Orang
