Konten dari Pengguna

Mitos Gunung Wilis Kediri dan Pantangan di Puncaknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Gunung Wilis. Unsplash.com/德文 陈
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Gunung Wilis. Unsplash.com/德文 陈

Gunung Wilis tersebar di wilayah Kediri, Tulungagung, Madiun, Nganjuk, dan Ponorogo, Jawa Timur. Tempat yang menjadi destinasi pendakian ini menyimpan misteri serta mitos Gunung Wilis yang turun-temurun.

Dikutip dari laman p2k.stekom.ac.id, di puncaknya dengan ketinggian 2.563 mdpl diwarnai suasana hening dan jalur tertutup dijaga oleh berbagai larangan mistis yang dipercaya dapat mengundang hal-hal gaib.

Mitos Gunung Wilis Kediri

Ilustrasi Mitos Gunung Wilis. Unsplash.com/Wengang Zhai

Di bawah ini ada beberapa mitos Gunung Wilis yang salah satu jalurnya ada di Kediri, dan pantangan di tempat ini.

1. Ular Raksasa Penunggu Gunung

Mitos paling terkenal menyebutkan bahwa Gunung Wilis dijaga oleh ular raksasa atau naga yang menghuni sepanjang lereng hingga tiba di puncak.

Konon, makhluk ini hanya dapat dilihat oleh “orang tertentu”, dan diyakini mampu muncul tiba-tiba jika pendaki tidak menghormati aturan setempat.

2. Penampakan Makhluk Halus

Pendaki sering melaporkan melihat sosok makhluk halus dari bayangan gelap hingga perempuan berambut panjang, terutama di jalur sepi dan area puncak.

Suara langkah misterius atau sinyal pembicaraan bisik juga dikaitkan dengan keberadaan roh penjaga gunung.

3. Suara Gamelan atau Bisikan

Banyak pendaki mengaku mendengar suara gamelan halus, bisikan, bahkan suara langkah kaki saat malam di ketinggian.

Fenomena ini diyakini sebagai pertanda kehadiran dimensi lain atau “kerajaan gaib” yang tersembunyi di puncak.

4. Larangan Menyalakan Api di Puncak

Dari jalur Tulungagung, pendaki dilarang menyalakan api di puncak karena dianggap bisa “mengusik” ruh penjaga dan bisa memancing amarah makhluk halus.

Pantangan ini juga bertujuan menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.

5. Pantangan Membuang Sampah dan Berbicara Kasar

Larangan membuang sampah sembarangan berlaku ketat, karena diyakini pelanggaran akan memancing roh-roh yang marah.

Selain itu, pendaki diharapkan tetap bersikap sopan, tidak berkata kasar, bergurau kasar, atau berteriak, karena bisa mengganggu aura sakral gunung.

Jika hendak mendaki gunung ini, selain mempersiapkan fisik dan mental, patuhi pantangan seperti menjaga perilaku, tidak membuat api, dan tidak meninggalkan sampah.

Menghormati kisah dan larangan di atas akan memperkaya pengalaman, sekaligus menjaga simbolisme serta kekayaan budaya lokal dari Gunung Wilis.

Mitos Gunung Wilis bukan sekadar cerita horor, tapi memuat pesan tentang hormat terhadap alam dan semangat kebersihan. (Aya)

Baca juga: Mitos Gunung Batu Jonggol dan Keindahan Alamnya