Mitos Hutan Kalimantan yang Masih Menyimpan Ilmu Hitam dan Ritual Kuno

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos Hutan Kalimantan telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat, menyelimuti rimba lebatnya dengan cerita-cerita mistis dan kepercayaan turun-temurun.
Di balik kabut tebal dan sunyi pepohonan, tersimpan warisan budaya yang mengajarkan rasa hormat terhadap kekuatan tak kasatmata yang menjaga keseimbangan ekosistem hutan Kalimantan.
Mitos Hutan Kalimantan
Mitos Hutan Kalimantan telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya masyarakat adat yang tinggal di wilayah pedalaman pulau Borneo.
Di balik lebatnya pepohonan tropis yang tampak sunyi dan alami, tersimpan berbagai kepercayaan mengenai kekuatan supranatural, ilmu hitam, hingga ritual-ritual kuno yang masih dijalankan hingga hari ini.
Hutan tidak hanya dipandang sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai tempat sakral yang dihuni oleh makhluk halus dan roh leluhur.
Bagi masyarakat adat Dayak hutan bukan sekadar ruang ekologi, tetapi merupakan dunia spiritual yang dihuni oleh makhluk-makhluk gaib.
Pohon-pohon besar, batu tua, dan tempat-tempat sunyi dipercaya memiliki "penunggu" atau roh penjaga, kepercayaan ini dikenal sebagai kepuhunan.
Dikutip dari jurnal Mengulik Mitos Kepuhunan Kepercayaan Leluhur Masyarakat Kalimantan oleh Wahidah (2025) mitos Kepuhunan adalah suatu kejadian yang terjadi ketika seseorang dalam tubuhnya dirasuki atau diganggu oleh makhluk halus penunggu pohon.
Selain kepercayaan terhadap roh hutan, praktik ilmu hitam masih diyakini berkembang di beberapa wilayah Kalimantan.
Ilmu ini sering dikaitkan dengan penggunaan jimat, mantera, serta ritual pemanggilan makhluk gaib untuk tujuan tertentu seperti membalas dendam, melindungi diri, atau bahkan untuk pesugihan.
Salah satu mitos yang sering muncul dalam cerita masyarakat adalah tentang kuyang, makhluk wanita berkepala terbang dengan isi perut menggantung yang mencari darah manusia sebagai persembahan kekuatan.
Mitos ini tidak hanya muncul dalam cerita rakyat, tetapi juga digunakan dalam media populer dan masih dipercaya sebagian masyarakat.
Masyarakat adat Dayak memiliki banyak ritual yang masih dilakukan hingga kini, baik dalam konteks pengobatan, pemanggilan roh, hingga pelestarian alam.
Misalnya, upacara Tiwah yang dilakukan untuk mengantar arwah ke alam baka, dan ritual lain yang menggunakan tumbuhan hutan serta hewan sebagai media spiritual.
Ada beberapa dukun tua masih menjalankan praktik pengobatan tradisional dengan pendekatan spiritual. Mereka dianggap sebagai perantara antara dunia manusia dan roh-roh hutan.
Mitos Hutan Kalimantan bukanlah sekadar cerita lama yang tergerus zaman, tetapi realitas budaya yang masih hidup di tengah masyarakat. Di balik kisah ilmu hitam dan ritual kuno, tersembunyi pesan tentang hubungan sakral antara manusia dan alam. (shr)
Baca juga: Mitos Pohon Beringin di Depan Rumah, Ini Alasan Banyak Orang Menghindarinya
