Konten dari Pengguna

Mitos Kejatuhan Kucing dari Atap Rumah yang Memiliki Makna Tersirat

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos Kejatuhan Kucing dari Atap Rumah, Foto: Pexels/Tamba Budiarsana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos Kejatuhan Kucing dari Atap Rumah, Foto: Pexels/Tamba Budiarsana

Masyarakat Indonesia masih banyak yang mempercayai mitos. Rata-rata yang masih percaya pada mitos ini adalah para orang tua. Salah satu mitos yang dipercaya memiliki makna tersirat yaitu mitos kejatuhan kucing dari atap rumah.

Dikutip dari situs journal.unpas.ac.id, banyak mitos permukaan yang mengandung sastra, dan mitos mengandung nilai estetika yang sangat kuat.

Mitos-mitos yang beredar di masyarakat juga seringkali mengandung makna tersirat yang mendalam. Mitos umumnya menceritakan tentang asal usul alam semesta, dunia, dan bentuk.

Mitos Kejatuhan Kucing dari Atap Rumah

Ilustrasi Mitos Kejatuhan Kucing dari Atap Rumah, Foto: Pexels/Cong H

Sebagian orang meyakini bahwa mitos kejatuhan kucing dari atap rumah ini adalah tanda akan datangnya peristiwa buruk, seperti musibah atau kematian yang akan segera terjadi.

Namun, pernyataan tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah. Saat kejatuhan kucing dari atap, sebaiknya segera periksa kondisi orang yang kejatuhan kucing tersebut. Dikhawatirkan akan menyebab beberapa luka.

Sebagian orang juga percaya, bahwa jika kucing jatuh dari atap atau tempat yang tinggi, kucing akan baik-baik saja karena kucing dipercaya memiliki 9 nyawa.

Mengutip dari situs spca.org.sg, Sindrom Bangunan Tinggi (HRS) adalah kondisi ketika hewan menderita cedera akibat terjatuh dari ketinggian.

Sering kali, hal ini tidak disengaja dan terjadi karena terpeleset atau kehilangan pijakan. Jatuh dari lantai dua dapat menyebabkan cedera dan trauma parah, atau bahkan kematian untuk hewan termasuk kucing.

Jika berpikir kemungkinan hewan peliharaan jatuh dari ketinggian rendah, pikirkan lagi. Di SPCA, menerima setidaknya lima kasus Sindrom Kucing Jatuh dari ketinggian per minggu, dengan setidaknya setengahnya meninggal karena benturan.

Secara umum, jika kucing jatuh dari atap yaitu keengganan untuk bergerak, nyeri saat berbaring atau bangun, gaya berjalan yang kaku, rekat, kesulitan bernapas, merengek, kelesuan, penurunan nafsu makan, atau kesulitan makan.

Dikutip dari situs vcahospitals.com, jika kucing kesulitan bernapas setelah terjatuh, segera bawa ke rumah sakit darurat terdekat. Ingatlah bahwa kucing bernapas melalui hidung, jadi terengah-engah merupakan tanda gangguan pernapasan.

Itulah mitos kejatuhan kucing dari atap rumah. Jadi, kepercayaan itu tidak memiliki dasar ilmiah. Jika mengalami peristiwa kucing jatuh, sebaiknya segera memeriksa kondisi baik si kucing maupun orang yang mungkin terkena dampaknya. (IF)

Baca juga: Mitos Kucing Menyerap Energi Negatif dan Peranannya dalam Kepercayaan Masyarakat