Konten dari Pengguna

Mitos Membeli Baju Bayi Sebelum 7 Bulan, Apakah Boleh?

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mitos membeli baju bayi sebelum 7 bulan. Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mitos membeli baju bayi sebelum 7 bulan. Sumber: Pexels

Bagi calon orang tua, kelahiran buah hati tentunya merupakan momen yang dinantikan. Di balik itu, ada mitos membeli baju bayi sebelum 7 bulan yang cukup sering terdengar.

Saat menantikan kelahiran anak, biasanya orang tua mulai mempersiapkan berbagai keperluan bayi, seperti perlengkapan mandi, baju, dan lain-lain. Namun, semangat berbelanja tersebut, sering dikaitkan dengan mitos dari sisi budaya.

Mengenal Mitos Membeli Baju Bayi Sebelum 7 Bulan

Ilustrasi mitos membeli baju bayi sebelum 7 bulan. Sumber: Pexels/Lisa From Pexels

Dikutip dari buku Katalog Pameran Nasional Narasi Mitos & Legenda Indonesia, Nuning Y Damayanti, (2018: 14), mitos berasal dari kaya myth (Inggris) dan muthos (Yunani kuno) yang artinya kepercayaan yang dianggap sebagai acuan pola hidup pada 1 komunitas atau tatanan pada masyarakat tertentu.

Konon katanya, mitos membeli baju bayi sebelum 7 bulan ini akan membawa sial, membuat kehamilan menjadi tidak lancar. Berikut ini adalah pembahasan lebih lanjutnya.

1. Asal Usul Mitos

Mitos mengenai membeli baju bayi sebelum kandungan ibu berusia 7 bulan dipercaya oleh masyarakat Indonesia, terutama di Jawa dan daerah yang masih memegang adat istiadat yang kuat.

Angka bulan dianggap sebagai masa kehamilan yang lebih aman, sehingga kegiatan seperti membeli perlengkapan bayi atau mengadakan syukuran, biasanya baru dilakukan setelah melewati masa tersebut.

Alasannya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti keguguran, yang mungkin terjadi di trimester awal sampai pertengahan.

2. Secara Medis

Secara medis, tidak larangan khusus bagi orang tua untuk mulai membeli baju atau perlengkapan bayi sebelum usia kandungan 7 bulan. Dokter kandungan umumnya membebaskan hal ini selama kondisi kehamilan sehat.

Bahkan, beberapa pasangan justru memilih berbelanja lebih agar agar tidak terburu-buru menjelang waktu persalinan. Jadi, dari sudut pandang medis, membeli baju bayi sejak trimester pertama atau kedua sama sekali tidak membahayakan kehamilan.

3. Keyakinan

Meski begitu, tidak sedikit calon orang tua yang tetap memilih menunggu hingga usia kandungan 7 bulan, karena alasan psikologis. Mereka merasa lebih tenang jika persiapan dilakukan setelah fase kehamilan dianggap aman.

Jadi, mitos membeli baju bayi sebelum 7 bulan ini sebelumnya kembali pada keyakinan, dan kenyamanan masing-masing dari calon orang tua.

Membeli baju bayi sebelum usia kehamilan 7 bulan boleh-boleh saja, tidak ada risiko medis yang melarangnya. Jika merasa lebih nyaman menunggu hingga usia kandungan memasuki 7 bulan itu juga sah-sah saja. (NOV)

Baca juga: Mitos Bayi Menangis Tengah Malam yang Masih Dipercaya Banyak Orang