Konten dari Pengguna

Mitos Pantai Kukup yang Melegenda hingga Kini

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mitos pantai Kukup. Foto: Pexels.com/Aleksandar Pasaric
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mitos pantai Kukup. Foto: Pexels.com/Aleksandar Pasaric

Mitos Pantai Kukup menjadi bagian dari cerita yang tersebar luas di kawasan pesisir selatan Yogyakarta. Cerita-cerita ini diwariskan turun-temurun dan menciptakan daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan.

Kisah-kisah mitos tersebut menambah nuansa magis di balik keindahan alami pantai yang menawan ini.

Mitos Pantai Kukup

Ilustrasi Mitos pantai Kukup. Foto: Pexels.com/Ravi Roshan

Mitos Pantai Kukup memiliki kaitan erat dengan keberadaan Goa Darmi, yang terletak tidak jauh dari bibir pantai.

Dikutip dari laman desakemadang.gunungkidulkab.go.id, sejak tahun 1956, masyarakat setempat meyakini bahwa di dalam goa tersebut sering muncul penampakan sosok perempuan misterius.

Sosok ini dikenal dengan nama Ibu Darmi, yang diyakini sebagai seorang penari tayub atau ledek yang arwahnya masih mendiami goa tersebut.

Setiap tahun, tradisi nyadran masih rutin dilakukan di sekitar Goa Darmi sebagai bentuk penghormatan terhadap keberadaan Ibu Darmi sekaligus untuk meminta keselamatan dan keberkahan.

Selain legenda Goa Darmi, terdapat pula kisah yang berkembang di sekitar pulau kecil yang berada di sisi timur pantai.

Pulau tersebut dikenal dengan nama Pulau Jumino. Berdasarkan cerita turun-temurun, nama pulau ini berasal dari seorang anak kecil bernama Jumino yang konon tak henti menangis dari pagi hingga sore.

Cerita rakyat menyebut bahwa burung beo yang merupakan hewan peliharaan kepala dusun kala itu, membawa Jumino ke Pantai Kukup.

Setelah sampai di pantai tersebut, tangis Jumino mendadak berhenti dan semenjak itu pulau tersebut dinamai berdasarkan namanya.

Keyakinan masyarakat terhadap cerita ini masih cukup kuat dan turut memengaruhi kebiasaan mereka, salah satunya dengan membawa anak-anak penderita asma ke Pulau Jumino pada pagi hari dengan harapan penyakitnya akan mereda.

Cerita mistis lain yang tak kalah menarik juga muncul dari kepercayaan bahwa Pantai Kukup merupakan salah satu tempat spiritual yang dihormati.

Sebagian orang datang bukan hanya untuk berlibur, tapi juga untuk melakukan ritual-ritual tertentu.

Kehadiran jembatan yang menghubungkan tebing pantai dengan pulau karang juga dianggap sebagai simbol penghubung antara dunia nyata dan dunia tak kasat mata.

Beberapa pengunjung bahkan mengaku merasakan hawa berbeda saat melintasi jembatan tersebut menuju gardu pandang di pulau karang.

Sensasi mistis itu seolah menguatkan kepercayaan bahwa Pantai Kukup bukan hanya tentang panorama, tapi juga tentang kisah-kisah yang menyatu dalam kesunyian ombak.

Fakta bahwa masyarakat setempat masih merawat tradisi dan menghormati cerita-cerita leluhur memperlihatkan bahwa mitos pantai Kukup tetap hidup hingga kini.

Setiap kisah yang dipercaya tidak sekadar menjadi dongeng pengantar tidur, melainkan bagian dari identitas budaya yang menyatu dengan kehidupan warga pesisir Gunungkidul.

Mitos pantai Kukup menjadi pelengkap kisah dari keindahan yang ditawarkan tempat ini. (Shofia)

Baca Juga: Mitos Pantai Ngliyep yang Dikenal Angker dan Kental dengan Kisah Mistis