Konten dari Pengguna

Mitos Pisang Merah yang Diyakini Masyarakat

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mitos pisang merah, foto: unsplash/MARIOLA GROBELSKA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mitos pisang merah, foto: unsplash/MARIOLA GROBELSKA

Dalam masyarakat, mitos pisang merah seringkali dikaitkan dengan keyakinan bahwa buah ini aman dikonsumsi seperti pisang biasa.

Meskipun bentuknya menyerupai pisang konsumsi, buah ini sebenarnya tidak dapat dimakan karena rasanya tidak enak dan berpotensi menimbulkan efek toksik.

Pisang merah dikenal bukan hanya karena tampilannya yang mencolok, tetapi juga karena beragam kepercayaan yang mengelilinginya.

Kepercayaan Mistis Mengenai Pisang Merah

Ilustrasi mitos pisang merah, foto: unsplash/Zoshua Colah

Masyarakat perlu mengetahui bahwa mitos pisang merah bisa berbahaya jika disalahpahami.

Mengutip dari situs specialtyproduce.com, salah satu kepercayaan paling populer terkait pisang merah adalah kemampuannya untuk menangkal energi negatif atau punya nilai spiritual.

Di banyak tempat, masyarakat percaya menanam pohon pisang merah di sekitar rumah dengan harapan bisa memberikan perlindungan dari gangguan makhluk halus.

Tidak hanya itu, buah ini juga kerap digunakan dalam upacara adat karena dianggap sebagai santapan para roh.

Ada pula pandangan bahwa mengonsumsi pisang merah dapat membawa kesialan. Sebagian orang meyakini bahwa memakannya bisa menyebabkan penyakit atau kejadian buruk lainnya.

Bahkan, dalam kepercayaan tertentu, khususnya yang ditujukan kepada perempuan, makan pisang merah dipercaya bisa menghalangi datangnya jodoh.

Keyakinan ini mungkin berhubungan dengan simbol kesuburan yang sering dikaitkan dengan buah tersebut.

Namun, tak semua mitos pisang merah bersifat negatif. Beberapa kepercayaan justru menyebutkan bahwa buah ini bisa mendatangkan rezeki dan keberuntungan.

Selain itu, ada juga masyarakat yang percaya bahwa pisang merah memiliki nilai pengobatan. Buah ini dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit jika diramu secara tradisional.

Fakta Ilmiah di Balik Pisang Merah

Ilustrasi mitos pisang merah, foto: unsplash/Alistair Smailes

Mengutip dari situs specialtyproduce.com, jenis Red Abyssinian Banana bukanlah pisang yang bisa dinikmati sebagai buah konsumsi seperti kebanyakan pisang lainnya.

Mengonsumsi buah ini justru dapat menimbulkan reaksi negatif pada tubuh, seperti mual, muntah, hingga gangguan pencernaan serius.

Bahkan, jika terpapar dalam jangka panjang, zat toksik yang terkandung di dalamnya bisa mengganggu fungsi tubuh secara menyeluruh.

Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati dan tidak tergoda oleh tampilan eksotisnya.

Untuk menghindari kesalahan dalam mengenali jenis pisang ini, perhatikan ciri-ciri fisiknya. Red Abyssinian Banana memiliki daun yang lebih lebar dan kaku dibandingkan pisang biasa, serta batang yang mencolok berwarna kemerahan.

Buahnya pun berukuran kecil dan tidak semenarik jenis pisang konsumsi seperti Cavendish atau Red Dacca. Mengenali perbedaan ini akan membantu menghindari risiko kesehatan akibat konsumsi yang keliru.

Sebaliknya, pisang merah yang aman dikonsumsi seperti Red Dacca, memiliki kulit merah tua, daging buah lembut, dan rasa manis tropis.

Varietas ini kaya vitamin C, beta-karoten, dan serat, cocok untuk olahan segar maupun masakan.

Namun, mitos pisang merah tidak sepenuhnya keliru jika dilihat dari sisi budaya. Di beberapa wilayah seperti Peru dan Afrika, tanaman ini digunakan dalam upacara adat, sebagai bahan kerajinan, bahkan dipercaya memiliki manfaat spiritual. (Echi)

Baca juga: Mitos Leher Bergaris dan Faktanya dari Segi Kesehatan