Mitos Pohon Kelor dan Cerita Mistis di Baliknya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mitos pohon kelor telah melekat dalam tradisi masyarakat sejak lama. Tanaman yang dikenal secara ilmiah sebagai Moringa oleifera ini bukan hanya digunakan sebagai obat herbal, tetapi juga dipercaya menyimpan kekuatan spiritual.
Dikutip dari buku Tanaman Obat dan Khasiat Mistisnya, Nanik Sri Wulansari, 2017:52, disebutkan bahwa pohon kelor memiliki kemampuan menangkal energi negatif dan sering digunakan dalam ritual penangkal santet maupun pembersihan spiritual.
Kepercayaan ini berkembang kuat terutama di pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
Mitos Pohon Kelor
Mitos pohon kelor dipercaya berkaitan erat dengan kekuatan untuk mengusir makhluk halus atau ilmu hitam.
Banyak masyarakat tradisional memercayai bahwa daun kelor bersifat panas secara energi, sehingga ditakuti oleh makhluk halus.
Oleh sebab itu, daun kelor kerap digunakan dalam prosesi pemakaman untuk menghilangkan pengaruh buruk yang mungkin masih melekat pada jenazah.
Batang pohon kelor juga dipercaya mampu memutuskan ikatan gaib. Praktik ini masih ditemukan di beberapa daerah, di mana kelor digunakan dalam ritual penyembuhan supranatural.
Keyakinan terhadap kekuatan mistis ini diturunkan secara turun-temurun dan tetap bertahan di tengah arus modernisasi.
Cerita Mistis Pohon Kelor di Daerah
Di beberapa daerah, mitos pohon kelor dikaitkan dengan cerita gaib yang dipercaya sebagai bagian dari sejarah lokal.
Di wilayah Lombok Timur, pohon kelor diyakini hanya tumbuh di pekarangan orang-orang tertentu yang dianggap memiliki garis keturunan spiritual.
Ditebangnya pohon ini tanpa izin bisa menimbulkan gangguan, baik berupa sakit fisik maupun mimpi buruk.
Air rebusan kelor sering digunakan oleh dukun atau tokoh adat sebagai media pembersihan spiritual.
Pohon ini bahkan diposisikan sebagai perantara antara dunia fisik dan dunia gaib.
Cerita-cerita tersebut menunjukkan bahwa kelor memiliki tempat istimewa dalam pandangan tradisional masyarakat.
Mitos pohon kelor tetap bertahan sebagai bagian dari kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.
Kepercayaan ini tidak hanya menyangkut hal mistis, tetapi juga mencerminkan kedekatan antara manusia dan alam.
Pohon kelor dipandang sebagai tanaman yang tidak sekadar berguna secara fisik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat dalam tradisi masyarakat Nusantara. (Phonna)
Baca Juga: 7 Mitos Danau Linting yang Masih Dipercaya hingga Kini
