Mitos Rumah yang Ada Tokeknya dan Faktanya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keberadaan tokek di dalam rumah sering kali memunculkan berbagai mitos yang diwariskan dari generasi ke generasi. Simak mitos rumah yang ada tokeknya.
Di Indonesia, sebagian masyarakat percaya bahwa tokek membawa keberuntungan atau justru kesialan. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, banyak dari mitos ini yang dapat diluruskan berdasarkan fakta ilmiah.
Mitos Rumah yang Ada Tokeknya
Mengutip tayangan YouTube akun Shopee, berikut adalah mitos rumah yang ada tokeknya dan deretan fakta yang perlu diketahui:
1. Bunyi Tokek
Salah satu mitos yang cukup populer adalah bunyi tokek yang dianggap sebagai pertanda rezeki atau kabar baik.
Konon, jumlah bunyi tokek yang ganjil menandakan hal positif, sementara jumlah genap membawa kabar buruk.
Faktanya, bunyi "tok...kek..." yang khas dari tokek jantan merupakan cara mereka untuk menarik perhatian tokek betina dan menandai wilayah kekuasaannya.
Frekuensi dan pola bunyi ini lebih berkaitan dengan musim kawin dan persaingan antar tokek jantan, bukan dengan kejadian di kehidupan manusia.
2. Tokek Dapat Menyembuhkan Penyakit
Mitos lain menyebutkan bahwa tokek dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari asma hingga HIV/AIDS.
Beberapa orang bahkan mengonsumsi bagian tubuh tokek atau ekstraknya dengan harapan mendapatkan khasiat penyembuhan. Namun, klaim ini belum terbukti secara ilmiah dan justru berpotensi membahayakan kesehatan.
Penelitian medis modern tidak menemukan bukti bahwa tokek memiliki kandungan zat yang dapat menyembuhkan penyakit-penyakit serius tersebut.
3. Si Pembawa Sial
Di sisi lain, ada pula mitos yang menganggap tokek sebagai pembawa sial atau pertanda akan adanya kejadian buruk di rumah.
Kepercayaan ini mungkin muncul karena tokek seringkali bersembunyi di tempat-tempat gelap dan lembap, sehingga kehadirannya dikaitkan dengan aura negatif.
Padahal, tokek adalah hewan liar yang mencari makan dan tempat berlindung. Keberadaannya di rumah lebih disebabkan oleh adanya sumber makanan seperti serangga dan kondisi lingkungan yang sesuai.
Tokek adalah predator alami serangga, termasuk nyamuk, lalat, dan kecoa. Dengan memangsa serangga-serangga ini, tokek justru memberikan manfaat bagi penghuni rumah dengan membantu mengurangi populasi hama.
Selain itu, tokek adalah hewan yang tidak agresif dan cenderung menghindar dari manusia.
Kesimpulannya, sebagian besar kepercayaan tentang tokek yang beredar di masyarakat hanyalah mitos tanpa dasar ilmiah yang kuat.
Alih-alih mempercayai takhayul, lebih baik kita memahami perilaku dan peran ekologis tokek sebagai pengendali hama alami di lingkungan rumah kita. Keberadaan mereka seharusnya disikapi dengan bijak, bukan dengan ketakutan atau harapan yang berlebihan.
Baca Juga: Mitos Ayam Berkokok Malam Hari yang Menjadi Pertanda akan Sesuatu
