Nama Orientalis yang Mempopulerkan Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masuknya Islam ke Indonesia merupakan peristiwa penting dalam sejarah yang masih terus menjadi bahan kajian. Dalam sejarahnya, ada sosok nama orientalis yang mempopulerkan teori masuknya Islam ke Indonesia.
Berbagai teori mengenai penyebaran Islam ke Nusantara telah diajukan oleh para sejarawan dan orientalis, yaitu para sarjana Barat yang meneliti kebudayaan Timur.
Nama Orientalis yang Mempopulerkan Teori Masuknya Islam ke Indonesia
Dikutip dari jabar.nu.or.id, Snouck Hurgronje adalah nama orientalis yang mempopulerkan teori masuknya Islam ke Indonesia. Ia adalah orientalis Belanda yang yang hidup pada akhir abad ke-19.
Ia pernah menjadi guru besar kajian keislaman di Universitas Leiden. Ia juga pernah bermukim di Hijaz (Jeddah dan Makkah, 1884-1885) sehingga memiliki pengetahuan mendalam tentang budaya dan ajaran Islam.
Di kemudian hari, ia juga bekerja sebagai penasihat pemerintah kolonial Belanda dalam urusan keislaman dan adat di Hindia Belanda (Indonesia).
Snouck Hurgronje mempopulerkan Teori Gujarat yang menyatakan Islam masuk ke Indonesia berasal dari wilayah Gujarat, India.
Dalam teori ini, para pedagang Muslim dari India merupakan orang-orang yang pertama kali memperkenalkan Islam ke Nusantara, khususnya karena aktivitas perdagangan di pesisir pantai.
Teori ini menyebutkan bahwa Islam masuk Nusantara sekitar abad ke-13 Masehi. Ini dibuktikan dengan temuan makam Sultan Malik al-Saleh dari Samudera Pasai, kerajaan Islam pertama di Indonesia.
Teori ini banyak diterima di masa kolonial karena didukung oleh sumber-sumber sejarah seperti batu nisan dengan arsitektur India. Selain itu juga terdapat catatan perjalanan dari pelaut dan pedagang asing.
Meskipun sempat menjadi teori yang dominan, ternyata Teori Gujarat juga mendapatkan kritik dari sejarawan modern.
Beberapa peneliti juga lebih condong pada Teori Arab atau Teori Persia, yang menyatakan bahwa Islam masuk langsung dari Timur Tengah atau Persia pada masa jauh lebih awal dari abad ke-13.
Nama orientalis yang mempopulerkan teori masuknya Islam ke Indonesia adalah Snouck Hurgronje. Ia dikenal dari Teori Gujarat, yang menyebut India sebagai asal penyebaran Islam ke Nusantara. (Zen)
Baca Juga: Asal-usul Qunut Nazilah dan Sejarahnya
