Konten dari Pengguna

Paham Etnosentrisme: Pengertian, Dampak, Contoh, serta Cara Mengatasinya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi paham etnosentrisme adalah. Foto: Martijn Vonk/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi paham etnosentrisme adalah. Foto: Martijn Vonk/Unsplash

Paham etnosentrisme adalah kecenderungan melihat dunia dari sudut pandang kelompoknya sendiri dan pada umumnya disertai pandangan meremehkan kelompok masyarakat yang lain.

Simak penjelasan berikut agar lebih memahami pengertian hingga dampak paham etnosentrisme.

Pengertian Paham Etnosentrisme

Ilustrasi paham etnosentrisme adalah. Foto: Mostafa Meraji/Unsplash

Melansir p2k.stekom.ac.id, paham etnosentrisme dapat diartikan sebagai sikap menilai kebudayaan lain atas dasar standar budaya serta nilai sosial sendiri.

Dengan kata lain, etnosentrisme adalah paham atau pemikiran yang memandang buruk kebudayaan lain serta merasa diri atau kelompoknya paling baik, terhebat, dan paling benar daripada kelompok masyarakat lainnya.

Etnosentrisme termasuk suatu paham yang banyak berkembang di masyarakat dan umumnya berhubungan dengan kebudayaan. Mereka yang menganut paham tersebut merasa lebih superior.

Dampak Paham Etnosentrisme

Dampak negatif paham etnosentrisme, antara lain:

  • Memicu timbulnya konflik SARA.

  • Menyebabkan konflik horizontal atau membanggakan budaya sendiri dan merendahkan kebudayaan lain.

  • Menghambat proses asimilasi dan integrasi kebudayaan.

  • Menimbulkan diskriminasi di bidang tertentu.

  • Menurunkan objektivitas ilmu.

Di samping dampak negatif, etnosentrisme juga memiliki dampak positif, seperti:

  • Meningkatkan rasa cinta terhadap budaya sendiri.

  • Menumbuhkan jiwa patriotisme.

  • Menjaga multikulturalisme sebagai identitas suatu bangsa.

  • Memperkuat persatuan dan kesatuan kelompok.

  • Menjaga keutuhan sekaligus keaslian budaya sendiri.

Contoh Paham Etnosentrisme

Beberapa contoh paham etnosentrisme, antara lain:

  • Melakukan diskriminasi terhadap kelompok etnis tertentu.

  • Menghina budaya lain.

  • Kelompok agama tertentu merasa lebih benar sehingga menimbulkan ketegangan dengan kelompok agama lain.

  • Kelompok etnis tertentu yang mendominasi ekonomi hingga budaya di suatu kawasan.

  • Sentimen nasionalisme yang berlebih atau beranggapan kelompoknya “lebih Indonesia” daripada kelompok lainnya.

Cara Mengatasi Paham Etnosentrisme

Cara mengatasi paham etnosentrisme bisa dilakukan dengan berbagai langkah, seperti:

  • Menanamkan jiwa nasionalisme.

  • Menghidupkan kembali kearifan lokal.

  • Bertoleransi.

  • Menumbuhkan empati.

  • Mengurangi fanatisme berlebih.

  • Menanamkan multikulturalisme.

  • Menyaring budaya yang masuk ke Indonesia supaya sesuai dengan semangat Pancasila.

Paham etnosentrisme adalah suatu paham atau perilaku yang menganggap kebudayaan sendiri lebih baik daripada yang lain. Apabila terus dipupuk, sikap ini dapat menimbulkan permusuhan hingga perpecahan. (DN)