Pakaian Adat Betawi Cowok dari Keseharian hingga Baju Pengantin

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pakaian adat Betawi cowok sering kali menunjukan kekayaan budaya dan identitas dari daerah tersebut. Dari mulai pakaian adat Betawi untuk sehari-hari hingga acara spesial seperti pernikahan memiliki gaya yang menarik dan unik.
Meskipun pakaian adat Betawi untuk laki-laki lebih sederhana dan tidak terlalu mencolok jika dibandingkan dengan pakaian untuk perempuan, tetapi masih terlihat bagus dan menarik jika dipadupadankan dan ditampilkan secara bersamaan.
Jenis-jenis Pakaian Adat Betawi Cowok
Menurut penggunaannya baju adat Betawi ada 3 macam, yaitu pakaian keseharian, resmi, dan baju pengantin. Di bawah ini akan dijelaskan tiga jenis pakaian adat Betawi cowok:
1. Pakaian Keseharian
Pakaian yang digunakan dalam keseharian laki-laki Betawi adalah sadariah bentuknya mirip baju koko biasanya berwarna polos dan bawahannya menggunakan celana kolor yang panjang dengan corak batik yang kaya akan budaya.
Aksesoris tambahan yang digunakan umumnya sarung yang dikalungkan di leher dan peci hitam atau kopiah. Meski sering dikaitkan dengan identitas muslim, peci yang digunakan dalam budaya Betawi sudah melekat sebagai identitas kebetawian.
2. Pakaian Resmi
Pakaian resmi atau yang biasa digunakan untuk bangsawan disebut baju ujung serong. Bajunya berupa jas tutup berwarna hitam dan di dalamnya ada kemeja putih. Bawahannya ada celana pantolan senada warna jas.
Untuk aksesoris ada ikat pinggang dari kain batik dan kopiah serta jam rantai sebagai hiasan di saku. Tidak lupa pula ada senjata khas semacam badik yang diselipkan di pinggang.
Mengutip buku Ensiklopedi Pakaian Nusantara: D. K. I. Jakarta hingga Kalimantan Tengah, R. Toto Sugiarto dkk, (2021:2), pakaian bangsawan sebenarnya adalah pakaian resmi yang dulunya hanya digunakan oleh para demang.
Untuk saat ini PNS dari Pemda Jakarta sudah menggunakannya sebagai seragam resmi untuk hari-hari tertentu.
3. Pakaian Pengantin
Pengantin pria dalam budaya Betawi menggunakan baju dandanan care haji. Bentuknya berupa jubah besar dengan warna cerah. Untuk bawahannya ada celana panjang dan aksesorisnya berupa sorban untuk penutup kepala yang mirip dengan budaya Arab.
Sedangkan untuk baju pengantin wanitanya mirip dengan budaya Tionghoa. Jadi banyak yang menilai baju pengantin adat Betawi merupakan akulturasi antara budaya Arab, Tionghoa, dan Melayu.
Pakaian adat Betawi cowok tidak hanya ada untuk kegiatan resmi atau acara khusus seperti pernikahan. Bahkan dalam kesehariannya juga memiliki ciri khasnya tersendiri yang menunjukan jati diri kebetawian. (NOV)
Baca juga: Sejarah Kebudayaan Betawi sebagai Penduduk Asli Jakarta
